Wednesday, September 17, 2025

Sudut Pandang Kehidupan Setelah Belajar Lebih Dalam


Manusia yang sudah hidup selama lebih dari 40 tahun pastinya sudah merasakan jatuh bangun dalam kehidupan. Berusaha menjalani hidup dengan baik dan berusaha untuk menggapai yang namanya kebahagiaan dan kesuksesan. 

Ada waktu saat sendirian, merenung apa sebenarnya hidup ini, mengapa ada hidup dan kehidupan, mengapa ada banyak kesedihan dan ketidakadilan di bumi ini. 

Apa tujuan dari semuanya ini?

Merasakan kebahagian, tetapi juga mengalami kesedihan. Ada saatnya berkecukupan, ada juga saat sangat merasa sesak karena kesulitan. Mendapatkan hal baru, anugerah baru tetapi juga pernah merasakan kehilangan yang sangat besar. ada kemarahan tapi juga ada rasa kasihan.

Ternyata setelah perjalanan ini, seakan dipaksa tersadar bahwa mau tidak mau, suka ataupun tidak suka, terima ataupun tidak mau menerima, ini adalah sesuatu yang harus dialami dalam alam yang namanya kehidupan dunia.

Perlu sebuah akal dan proses belajar untuk bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan kehidupan. Beruntungnya Allah SWT menuntun hamba-Nya ini, sehingga paling tidak hingga detik ini tidak mengambil jalan ataupun berpikir yang salah. 

Hamba Allah ini selalu berdoa agar selalu dibimbing dan diselamatkan hingga nanti kelak di akhirat. Aamiin.

Secara singkat, hamba Allah ini ingin berbagi apa yang sebaiknya dipahami oleh seorang manusia dalam kehidupan.

1. Manusia adalah sesuatu yang diciptakan dan suatu hari akan tiada; Dunia adalah tempat menanam kebaikan yang akan dipetik hasilnya di akhirat. 

Perlu sebuah kecerdasan dan kebijaksanaan untuk menerima hal ini. Pembelajaran-pembelajaran dalam hidup umumnya akan mengantarkan manusia ketitik ini. 

Apabila manusia sudah mengerti maka manusia perlu menyiapkan akal dan hatinya untuk menerima dan mengenal Penciptanya. Kemudian dia perlu belajar mengapa dia diciptakan dan apa tujuan penciptaannya.

Mungkin kita tidak ingat, tapi ada beberapa petunjuk bahwa pernah ada percakapan antara kita dan Allah SWT pencipta alam semesta bahwa kita telah mengakui bahwa Allah adalah pencipta kita (QS Al A'raf; 172) 

Ada malaikat yang menyertai kita (QS Ar Ra'd;11) serta mencatat semua perbuatan dan perkataan kita selama hidup (QS Qaf; 17-18), artinya semua akan dipertanggungjawabkan dan akan ada hari dimana kita menikmati apa yang sudah dilakukan di dunia.

Berpikir baik, berkata yang baik dan berbuat yang baik adalah sebuah harga yang tidak bisa ditawar apabila ingin memiliki bekal yang cukup pada saat kembali ke akhirat.

2. Hidup adalah tempat ujian  untuk melihat siapa yang paling Terbaik.

Jadi bila engkau sedang gembira, maka tidak perlu terlalu gembira, dan apabila sedang sedih tidak perlu sangat sedih, karena semua akan lewat dan berakhir pada waktunya. 

“Dan Kami akan menguji kamu dengan sesuatu ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata, ‘Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya kami akan kembali kepada-Nya.’ Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Q.S. Al-Baqarah: 155-157).

Hidup ini adalah sebuah sarana mengumpulkan bekal yang disebut ibadah. Hidup diniatkan untuk mendapatkan keridhoan Allah SWT. 

Menjalani hari-hari dengan baik sesuai dengan yang diajarkan, melakukan perbuatan terbaik yang kita bisa dan meninggalkan hal-hal buruk semaksimal mungkin semampu kita.

Dan, carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (pahala) negeri akhirat, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia. Berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” (QS Al Qosos; 77)

“Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya, dan (mendapat) tempat yang baik di Surga ‘Adn. Dan keridaan Allah lebih besar. Itulah kemenangan yang agung.”

(QS. At-Taubah; 72)

3. Hidup memiliki aturan dan aturan ini akan berdampak pada kualitas hidup yang akan dijalani

Semakin taat dengan aturan yang dibuat oleh pencipta kehidupan maka kualitas hidup akan semakin baik. Siapa yang lebih paham tentang manusia selain daripada penciptanya?

Allah SWT menurunkan wahyu kepada Rosul-Nya untuk disampaikan kepada umat manusia yang disebut sebagai kitab suci. 

Untuk umat muslim, kitab sucinya adalah Al Quran, yang didalamnya terkandung petunjuk hidup, pembeda antara kebenaran dan kebatilan, informasi tentang Allah sebagai pencipta, informasi tentang penciptaan langit, bumi dan isinya serta alam semesta dan juga informasi tentang kehidupan akhirat. 

"Kitab (Al-Qur'an) ini tidak ada keraguan di dalamnya; (ia merupakan) petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa," (QS Al Baqoroh; 2)


Hidup dengan baik sangat luas maknanya mencakup bagaimana menjalankan fase kehidupan yang dilewati, bagaimana mengatasi segala permasalahan yang hadir, berinteraksi dengan pasangan, keluarga, anak, tetangga, kawan hingga musuh, berbisnis, bahkan bernegara.

Agama datang dari yang Maha Suci, manusia diberikan fitrah yang suci, sehingga aturan agama tidak akan bertentangan dengan fitrah manusia. Tidak akan mencelakai apalagi membunuh, tidak akan merusak apalagi sampai menghancurkan.

4. Manusia diberikan senjata kehidupan yang bernama Doa

Senjata ini akan membantunya mengatasi kesulitan dan melindungi dari segala bahaya. Dengan doa ini manusia juga diberikan hak eksklusif untuk meminta berbagai hal kepada Penciptanya.

Dan Tuhanmu berfirman, 'Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina." (QS Ghafir: 60)

dan terakhir adalah

5. Takdir

Takdir adalah ketentuan Allah SWT yang telah ditentukan sebelumnya.  

Dikeluarga mana kita akan dilahirkan, siapa pasangan hidup kita, bagaimana rejeki kita hingga kapan dan dimana kita akan wafat, semua itu adalah takdir yang sudah dituliskan. 

Sebagai manusia yang belajar dan yakin akan kasih sayang Allah, maka berprasangka baiklah dan berikhtiarlah yang terbaik dalam hidup. 

Sesungguhnya Allah tidak berbuat zalim kepada manusia sedikitpun, akan tetapi manusia itulah yang berbuat zalim kepada diri mereka sendiri. (QS Yunus 44)

Semoga tulisan ini bermanfaat dan kita selalu dibimbing untuk mendapatkan ridho Allah SWT. Aamiin.

AS

 







Cetak Biru Kehidupan Akhirat versi Islam - Referensi Al-Quran dan Hadits

Mengapa Akhirat Digambarkan Secara Fisik? Mengintip Cetak Biru Waktu dan Sensorik Manusia Pernahkah Anda membuka lemari es atau rak dapur, l...