Sains modern menjelaskan konsep bumi dan langit yang
dahulunya satu kesatuan melalui Teori Big Bang (Dentuman Besar)
Berikut penjelasan singkat dan padatnya:
1. Penjelasan Sains Modern (Teori Big Bang)
- Satu Kesatuan (Ratqan): Sekitar 13,8 miliar tahun lalu, seluruh materi alam semesta (termasuk bakal bumi, bintang, dan galaksi) terkompresi dalam satu titik tunggal yang sangat padat, panas, dan super kecil yang disebut Singularitas
- Pemisahan
(Fataqnahuma): Titik tunggal tersebut kemudian mengalami ledakan
dan ekspansi ruang yang luar biasa dahsyat (Big Bang) Info Astronomy.
Materi-materi pecahan tersebut terlempar, mendingin, dan selama miliaran
tahun membentuk benda-benda langit, termasuk planet Bumi kita.
2. Hubungan Tepat dengan Surah Al-Anbiya Ayat 30
Kosmologi modern ini menggunakan kosakata yang sama persis
dengan metafora Al-Qur'an:
- Kata
Ratqan (رَتْقًا) dalam ayat tersebut secara bahasa berarti "sesuatu
yang padu, melekat, dan terjahit menjadi satu". Ini selaras
dengan konsep Singularitas sains.
- Kata
Fataqnahuma (فَفَتَقْنٰهُمَا) berarti "Kami membelah,
memisahkan, atau merobek keduanya". Ini selaras dengan terjadinya
peristiwa Big Bang yang memisahkan materi tersebut menjadi ruang
alam semesta luas Qur'an Cordoba.
3. Benang Merah dengan Penciptaan Air
Setelah "langit dan bumi" terpisah, materi alam semesta awalnya berbentuk kabut gas/asap panas (disebut Dukhan dalam Surah Fushshilat ayat 11).
Ketika bumi mendingin, gas hidrogen dan oksigen berikatan membentuk air (H2O) yang memenuhi bumi purba, menjadi modal utama untuk memicu "Tahap 4 (Siklus Basah-Kering)" yang melahirkan makhluk hidup pertama.
Ketika manusia baru mampu menyibak rahasia penciptaan hari ini, Al-Qur'an telah membuktikannya sejak dulu. Karena Ia adalah firman murni dari Allah, Penguasa Waktu dan Pencipta Segala Sesuatu.
Subhanallah....
Wasalamu'alaikum wr. wb.,
AS

