LEGACY
Apa sebenarnya legacy, siapa yang berkepentingan dan mengapa?
Mungkin untuk beberapa orang hal ini bisa jadi penting tapi untuk beberapa
tidak juga, bahkan mungkin juga ada yang tidak pernah berpikir tentang hal ini.
Secara harfiah, legacy berarti sesuatu yang ditinggalkan oleh seseorang atau kelompok sebagai hasil dari kehidupan atau pekerjaan mereka. Bisa berbentuk fisik ataupun non fisik.
Dalam konteks pekerjaan, legacy dapat merujuk pada reputasi yang
ditinggalkan, sistem yang sudah dibangun ataupun kekacauan yang ditinggalkan.
Sementara dalam konteks pribadi, legacy juga dapat merujuk pada hal yang bersifat fisik seperti warisan atau barang yang ditinggalkan oleh orang yang telah meninggal.
Sebenarnya sadar ataupun tidak setiap manusia memiliki legacy
dan bisa dipilih serta direncanakan.
Legacy dalam perspektif fisik sudah jelas, tapi selain legacy fisik, pernahkan
terpikir bahwa anak juga salah satu legacy?
Pendidikan, akhlak, kepribadian dan karakter terbaik yang diperjuangkan
oleh para orangtua. Atau karakter buruk, kerusakan yang ditimbulkan atau
hal-hal mengerikan lainnya? Na’udzubillah.
Nama baik, nilai-nilai kehidupan, reputasi, karya-karya yang
ditinggalkan semasa hidup; Ataukah tragedi, permusuhan, karakter buruk yang
akan menjadi sebuah kenangan dari kisah hidup seseorang?
Bukankah artinya ini adalah sebuah keniscayaan dari kehidupan
seorang manusia?
Pertanyaannya adalah legacy seperti apa yang kita mau
berikan? Inilah yang kita perlu renungkan, pikirkan dan upayakan dalam sisa
umur kita.
Satu hal yang pasti, sebagai manusia yang percaya kepada
Tuhan (Alloh SWT), kita bisa bertanya kepada-Nya dan mencari tahu agar
mendapatkan arah yang benar dan petunjuk yang jelas.
Beberapa penjelasan dalam Al Quran:
1.
Kehidupan
yang baik: “Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun
perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya
kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka
dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan”. (An Nahl;97).
2.
Kehidupan
sebagai Ujian: "Dialah yang menciptakan mati dan hidup untuk menguji kamu,
siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya." (QS. Al-Mulk: 2)
3.
Hidup
dengan seimbang: "Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah
kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu di
dunia." (QS. Al-Qasas: 77)
4.
Kehidupan
Berorientasi Akhirat
- Islam memandang kehidupan dunia
sebagai sementara, sedangkan kehidupan akhirat bersifat kekal. "Kehidupan dunia hanyalah kesenangan
yang memperdaya." (QS. Al-Hadid: 20) dst ….. (masih banyak tuntunan dalam Al Quran
untuk mendapatkan kehidupan yang baik dan selamat)
Gambaran besar sudah diberikan, tinggal kita menurunkannya sesuai
dengan porsi dan peran kita masing-masing.
Berikut tips dari penulis:
-
Bila
ingin legacy yang baik artinya ingin hidup ini berjalan baik dan
berakhir baik, patuhlah kepada Tuhan, berbuat baik kepada sesama manusia,
dan sesama makhluk sebisa mungkin.
-
Belajar tanpa henti karena otak kita akan kosong, hati akan hampa dan jiwa akan gersang bila
tidak disiram ilmu. Belajar agar bisa memperoleh gambaran lengkap tentang ilmu
hidup yang baik sebagai pribadi, anggota keluarga ataupun bagian dari Masyarakat.
-
Terus
berlatih untuk menjadi baik, karena kita bukan malaikat yang tanpa
nafsu, dan bukan nabi yang tanpa dosa. Bangunlah koneksi yang baik dengan Alloh
SWT agar selalu dalam bimbingan dan perlindungan-Nya. Salah dan dosa adalah hal
yang manusiawi, yang terpenting segera kembali, bertaubat dan terus berusaha
memperbaiki.
-
Fokus pada perbaikan diri bukan pada keadaan orang lain.
Jadi, rencanakan legacymu.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.,
Andriani