Wednesday, December 11, 2024

Bagaimana Al Quran Mengatur Administrasi Pinjam Meminjam

 Bagaimana Al Quran Mengatur Administrasi Pinjam Meminjam

Sebelumnya saya tidak tahu kalau  Al Quran juga berisi petunjuk untuk manusia dalam berhubungan sosial, bahkan sampai masalah pinjam meminjam uang. berikut panduannya:

Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu melakukan utang piutang untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. Janganlah penulis menolak untuk menuliskannya sebagaimana Allah telah mengajarkan kepadanya, maka hendaklah dia menuliskan. Dan hendaklah orang yang berutang itu mendiktekan, dan hendaklah dia bertakwa kepada Allah, Tuhannya, dan janganlah dia mengurangi sedikitpun daripadanya. Jika yang berutang itu orang yang kurang akalnya atau lemah (keadaannya), atau tidak mampu mendiktekan sendiri, maka hendaklah walinya mendiktekannya dengan benar. Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi laki-laki diantara kamu. Jika tidak ada (saksi) dua orang laki-laki, maka (boleh) seorang laki-laki dan dua orang perempuan diantara orang-orang yang kamu sukai dari para saksi (yang ada), agar jika yang seorang lupa maka yang lain mengingatkannya. Dan janganlah saksi-saksi itu menolak apabila dipanggil. Dan janganlah kamu bosan menuliskannya, untuk batas waktunya baik (utang itu) kecil maupun besar. Yang demikian itu, lebih adil di sisi Allah, lebih dapat menguatkan kesaksian, dan lebih mendekatkan kamu kepada ketidakraguan, kecuali jika hal itu merupakan perdagangan tunai yang kamu jalankan diantara kamu, maka tidak ada dosa bagi kamu jika kamu tidak menuliskannya. Dan ambillah saksi apabila kamu berjual beli, dan janganlah menulis dipersulit dan begitu juga saksi. Jika kamu lakukan (yang demikian), maka sungguh, hal itu suatu kefasikan pada kamu. Dan bertakwalah kepada Allah, Allah memberikan pengajaran kepadamu, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.(QS Al Baqoroh; 282)


Jika kamu dalam perjalanan, sedangkan kamu tidak mendapatkan seorang pencatat, hendaklah ada barang jaminan yang dipegang. Akan tetapi, jika sebagian kamu memercayai sebagian yang lain, hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amanatnya (utangnya) dan hendaklah dia bertakwa kepada Allah, Tuhannya. Janganlah kamu menyembunyikan kesaksian karena siapa yang menyembunyikannya, sesungguhnya hatinya berdosa. Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS Al Baqoroh; 283)

jadi kesimpulannya kalau ada transaksi pinjam meminjam, berikut yang diajarkan Al Quran untuk dilakukan:
1, Ditulis dengan didikte oleh si peminjam
2. Harus ada saksi dua laki-laki atau satu laki-laki dua perempuan
3. Saksi harus mengingatkan bila ada salah satu pihak yang lupa
4. Bila dalam perjalanan dan sulit mendapatkan saksi maka hendaknya ada barang jaminan, tetapi bila sudah saling percaya maka yang dipercaya itu hendaknya menunaikan amanatnya.
Masyaa Alloh. Begitu adil dan menjunjung tinggi transparansi.

Lalu bagaimana bila yang berhutang tidak mampu membayarnya? Ada juga penjelasannya di QS Al Baqoroh ' 280 bunyinya:

Dan jika orang yang berutang itu dalam kesulitan untuk melunasi, atau bila dia membayar utangnya akan terjerumus dalam kesulitan, maka berilah dia tenggang waktu untuk melunasinya sampai dia memperoleh kelapangan. Jangan menagihnya jika kamu tahu dia dalam kesulitan, apalagi dengan memaksanya untuk membayar. Dan jika kamu menyedekahkan sebagian atau seluruh utang tersebut, itu lebih baik bagimu, dan bergegaslah meringankan yang berutang atau membebaskannya dari utang jika kamu mengetahui betapa besar balasannya di sisi Allah.

Demikian, tapi kalau pura-pura tidak mampu tidak masuk dalam kategori ini ya... apalagi kalau sudah sampai diberi kelapangan tapi tidak membayar juga ada konsekwensinya.

Ok, sementara ini dulu ya, nanti kepanjangan ngantuk bacanya. Terimakasih.

Wassalamu'alaikum wr, wb.,
AS





No comments:

Post a Comment

Cetak Biru Kehidupan Akhirat versi Islam - Referensi Al-Quran dan Hadits

Mengapa Akhirat Digambarkan Secara Fisik? Mengintip Cetak Biru Waktu dan Sensorik Manusia Pernahkah Anda membuka lemari es atau rak dapur, l...