Assalamu'alaikum,
Dalam surat Al Mu'minun ayat 12-14 Allah SWT menjelaskan proses penciptaan manusia dalam Al Quran:
12.
وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ مِنْ سُلٰلَةٍ مِّنْ طِيْنٍۚ
wa laqad khalaqnal-insâna min sulâlatim min thîn
Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari sari pati
(yang berasal) dari tanah
Dalam sains, ungkapan "manusia berasal dari sari pati
tanah" merujuk pada komposisi penyusun tubuh manusia yang secara mutlak
bergantung pada unsur hara dari kerak bumi, serta teori biologi dan kimia
tentang asal-usul kehidupan di bumi.
Proses ini dapat dijelaskan melalui beberapa fakta ilmiah
berikut:
- Komposisi
Kimia Tubuh Manusia (Unsur Tanah): Sekitar 99% massa tubuh manusia
terdiri dari 6 unsur kimia utama: Oksigen, Karbon, Hidrogen, Nitrogen,
Kalsium, dan Fosfor. Kesemua unsur makro dan mikro ini (seperti zat besi,
seng, magnesium, dan kalium) secara alami ditemukan di dalam tanah dan
air, serta diserap oleh tumbuhan untuk kemudian dikonsumsi manusia.
- Rantai
Makanan: Manusia tidak memakan tanah secara langsung. Sel-sel baru di
dalam tubuh manusia dibangun dari protein, karbohidrat, dan lemak yang
berasal dari tumbuhan dan hewan. Tanaman hidup, tumbuh, dan memproses sari
pati (unsur hara) di dalam tanah melalui proses fotosintesis, yang
kemudian menjadi sumber energi dan pembangun jaringan tubuh manusia.
13
ثُمَّ جَعَلْنٰهُ نُطْفَةً فِيْ قَرَارٍ مَّكِيْنٍۖ
tsumma ja‘alnâhu nuthfatan fî qarârim makîn
Kemudian, Kami menjadikannya air mani di dalam tempat
yang kukuh (rahim).
14
ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا
الْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظٰمًا فَكَسَوْنَا الْعِظٰمَ
لَحْمًا ثُمَّ اَنْشَأْنٰهُ خَلْقًا اٰخَرَۗ فَتَبَارَكَ اللّٰهُ اَحْسَنُ
الْخٰلِقِيْنَۗ
tsumma khalaqnan-nuthfata ‘alaqatan fa
khalaqnal-‘alaqata mudlghatan fa khalaqnal-mudlghata ‘idhâman fa
kasaunal-‘idhâma laḫman tsumma ansya'nâhu khalqan âkhar, fa tabârakallâhu aḫsanul-khâliqîn
Kemudian, air mani itu Kami jadikan sesuatu yang
menggantung (darah). Lalu, sesuatu yang menggantung itu Kami jadikan segumpal
daging. Lalu, segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang. Lalu, tulang
belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian, Kami menjadikannya makhluk
yang (berbentuk) lain. Mahasuci Allah sebaik-baik pencipta.
Secara pengetahuan kedokteran modern, penemuan ini
secara resmi diakui pada awal
dekade 1980-an. Hal
ini terjadi setelah pakar embriologi dunia, Prof. Dr. Keith L. Moore,
meneliti dan mempresentasikan kesesuaian tahapan perkembangan janin dalam
Al-Quran dengan embriologi modern.
Pada tahun 1981,
dalam sebuah konferensi medis di Dammam, Dr. Keith Moore menyatakan bahwa
deskripsi Al-Quran tentang tahap pembentukan manusia (nuthfah, 'alaqah, mudghah,
pembentukan tulang, lalu pembungkusan tulang dengan daging) sangat akurat dan
mustahil diketahui manusia pada abad ke-7, mendahului ilmu pengetahuan modern
yang baru bisa mengamati fase tersebut secara detail menggunakan mikroskop dan
teknologi USG pada abad ke-20.
Subahanalloh...




