Assalamu'alaikum Wr. Wb.,
Kalau ada pertanyaan tentang bagaimana wujud Alloh SWT atau mengapa Alloh SWT tidak bisa kita lihat, berikut penjelasannya:
Al-Qur'an menjelaskan mengapa manusia tidak dapat melihat Alloh SWT secara langsung, terutama dalam konteks keterbatasan manusia dan keagungan Alloh SWT yang melampaui batas kemampuan makhluk-Nya.
1. Alloh SWT Tidak Serupa dengan Makhluk-Nya
- Alloh SWT berfirman dalam QS Asy-Syura
(42:11):
"(Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dialah yang Maha Mendengar dan Melihat.
- Alloh SWT berfirman dalam QS Al Ikhlash (112:4)
Ayat ini menegaskan bahwa Alloh SWT berbeda dari semua ciptaan-Nya, termasuk dalam sifat keberadaan-Nya. Mata manusia yang terbatas tidak mampu menangkap esensi Alloh SWT yang tak terbatas.
2. Ketidakmampuan
Manusia untuk Melihat Alloh SWT
- Dalam QS Al-A’raf (7:143), disebutkan kisah Nabi Musa AS yang ingin melihat Alloh SWT;
"Ketika Musa datang untuk (bermunajat) pada waktu yang telah Kami tentukan (selama empat puluh hari) dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya, dia berkata, “Ya Tuhanku, tampakkanlah (diri-Mu) kepadaku agar aku dapat melihat Engkau.” Dia berfirman, “Engkau tidak akan (sanggup) melihat-Ku, namun lihatlah ke gunung itu. Jika ia tetap di tempatnya (seperti sediakala), niscaya engkau dapat melihat-Ku.” Maka, ketika Tuhannya menampakkan (keagungan-Nya) pada gunung itu, gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Setelah Musa sadar, dia berkata, “Mahasuci Engkau. Aku bertobat kepada-Mu dan aku adalah orang yang pertama-tama beriman.”
Ayat ini menunjukkan bahwa zat Alloh SWT terlalu agung untuk bisa dilihat oleh makhluk, bahkan oleh Nabi Musa, seorang utusan yang paling dekat dengan-Nya.
3. Fokus pada Iman
Tanpa Penglihatan
- Dalam QS Al-Baqarah (2:3), Alloh
SWT memuji orang-orang beriman yang percaya kepada-Nya tanpa harus
melihat-Nya:
"...(orang-orang)
yang beriman kepada yang ghaib, melaksanakan shalat, dan menginfakkan sebagian
rezeki yang Kami berikan kepada mereka."
Keimanan dalam Islam menekankan keyakinan pada hal-hal yang tidak terlihat, termasuk Alloh SWT, sebagai bentuk pengakuan terhadap kebesaran-Nya.
4. Alloh SWT
Melihat Semua, tetapi Tidak Dapat Dilihat
- Dalam QS Al-An’am (6:103):
"Dia tidak
dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedangkan Dia dapat melihat segala
sesuatu; dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui."
Ayat ini menegaskan bahwa Alloh SWT melihat semua ciptaan-Nya, tetapi manusia tidak memiliki kemampuan untuk melihat-Nya. Ini menguatkan posisi Alloh SWT sebagai Tuhan Yang Maha Meliputi dan di luar jangkauan makhluk.
5. Melihat Alloh
SWT di Akhirat
- Dalam Hadits, Rasulullah SAW menyebutkan
bahwa orang-orang yang beriman akan dapat melihat Alloh SWT di akhirat,
khususnya di surga. Dalam Hadits Shahih Bukhari dan Muslim, Nabi
bersabda:
"Sesungguhnya
kamu akan melihat Tuhanmu sebagaimana kamu melihat bulan purnama, kamu tidak
akan kesulitan dalam melihat-Nya."
Namun, ini adalah keistimewaan bagi orang-orang yang beriman dan akan terjadi dalam keadaan yang Alloh SWT kehendaki di akhirat, bukan di dunia.
Kesimpulan
Manusia tidak dapat melihat Alloh SWT di dunia karena keterbatasan fisik dan esensi Alloh SWT yang melampaui kemampuan indera manusia. Namun, Islam mengajarkan bahwa keimanan yang benar tidak memerlukan bukti visual, dan bagi mereka yang beriman, ada janji bahwa Alloh SWT akan dapat dilihat di akhirat sebagai salah satu kenikmatan terbesar. Semoga kita semua termasuk didalamnya. Aamiin YRA
Semoga tulisan ini menambah wawasan dan iman kita kepada Alloh SWT.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.,
AS
*) Bila kita mempelajari betapa banyak keajaiban Al Quran dari sisi Ilmu Pengetahuan. Tidak akan ada alasan atau logika apapun yang bisa menolak bahwa Al Quran berasal dari Pencipta Alam Semesta. InsyaaAlloh di tulisan berikutnya...
No comments:
Post a Comment