Alhamdulillah,
Allohumma Sholli 'Ala Muhammad wa 'Ala aali Muhammad
Dari Anas bin Malik Radhiyallahu 'Anhu, ia berkata, “telah diperlihatkan hari Jum’at kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam.
Datanglah Jibril yang di telapak tangannya seperti cermin putih cemerlang, di tengahnya seperti sebuah titik hitam. Maka beliau –Shallallahu 'Alaihi Wasallam- bertanya: “Apa ini, wahai Jibril?” Dia menjawab: “Ini adalah Jum’at yang diperlihatkan oleh Rabb-mu supaya menjadi hari raya bagimu dan umatmu sepeninggalmu. Bagi kalian pada hari itu suatu kebaikan…” (Al-Hadits; dihasankan oleh Syaik Zayid dalam Al-Jami’ li-Ahkamil ‘Idain, hal. 17 dan disebutkan juga dalam Shahih al-Targhib wa al-Tarhib)
Salah satu keutamaan yang disediakan di hari ini adalah ibadah shalat Jum’at dan amalan yang mengiringinya. Allah telah perintahkan langsung ibadah ini dalam kitabnya yang menunjukkan keutamaannya.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ
"Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan sembahyang pada hari Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui." (QS. Al-Jumu'ah: 9)
Kaum muslimin diperintahkan mempersiapkan diri untuk meraih kemuliaan dalam ibadah itu. Mulai dari mandi besar, mengenakan pakaian bagus dan layak untuk ibadah, memakai parfum, pergi lebih awal, berjalan kaki, mendekat kepada imam, dan menyimak dengan seksama khutbah imam. Termasuk memanfaatkan berdoa di antara khutbah dan shalatnya.
Diriwayatkan dari Aus bin Aus Radliyallah 'Anhu, berkata, "aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:
مَنْ غَسَّلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَاغْتَسَلَ ثُمَّ بَكَّرَ وَابْتَكَرَ وَمَشَى وَلَمْ يَرْكَبْ وَدَنَا مِنْ الْإِمَامِ فَاسْتَمَعَ وَلَمْ يَلْغُ كَانَ لَهُ بِكُلِّ خُطْوَةٍ عَمَلُ سَنَةٍ أَجْرُ صِيَامِهَا وَقِيَامِهَا
"Barangsiapa mandi pada hari Jum'at, berangkat lebih awal (ke masjid), berjalan kaki dan tidak berkendaraan, mendekat kepada imam dan mendengarkan khutbahnya, dan tidak berbuat lagha (sia-sia), maka dari setiap langkah yang ditempuhnya dia akan mendapatkan pahala puasa dan qiyamulail setahun." (HR. Abu Dawud no. 1077, al-Nasai no. 1364 Ahmad no. 15585. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih al-Jami’, no. 6405)
Makna Ghassala adalah membasuh (mengguyur) kepala. Dalam bahasa kita dikenal dengan keramas atau mandi besar. Ini ditunjukkan hadits riwayat Abu Dawud dari Aus al-Tsaqafi, “Siapa membasuh/mengguyur kepalanya di hari Jum’at dan mandi besar. . . “ (dishahihkan oleh Al-Albani)
Kemudian ia lebih pagi pergi ke masjid dan ini menjadi salah satu syarat diperolehnya keutamaan besar “maka dari setiap langkah yang ditempuhnya dia akan mendapatkan pahala puasa dan qiyamulail setahun." Di mana pahala dan keutaman ini hampir menyerupai Lailatul Qadar, namun diperoleh dengan amal yang lebih sedikit dan ringan.
Siapa yang menunda-nunda pergi ke masjid dan datang terlambat maka ia luput dari keutamaan ini. Ia telah mengharamkan dirinya dari pahala yang sangat besar ini.
Imam al-Syaukani berkata,
والحديث يدلُّ على مشروعية الغُسْل يوم الجمعة.... وعلى مشروعية التبكيرِ، والمَشْيِ، والدُّنوِّ من الإمام، والاستماع وترك اللَّغْو، وإن الجمعَ بين هذه الأمور سببٌ لاستحقاق ذلك الثواب الجزيل
“Hadits ini menunjukkan diperintahkanya mandi di hari Jum’at . . . dan disyariatkannya pergi lebih pagi ke shalat Jum’at, berjalan kaki, mendekat kepada imam dan mendengarkan khutbah imam serta meninggalkan perkara yang lahwun (main-main). Mengumpulkan amalan-amalan ini menjadi sebab mendapat pahala yang besar itu.”
Betapa beruntungnya umat Nabi Muhammad SAW.
As
Ref:
1.https://m.voa-islam.com/news/ibadah/2021/10/14/78634/setiap-langkah-terhitung-pahala-puasa-dan-tahajjud-setahun/
2.https://youtu.be/qlgECspBoDg?si=9QtpvorK_LsWlMT9
No comments:
Post a Comment