Friday, November 7, 2025

Tawakal dan Bentuk Tawakal

"Diantara bentuk tawakal adalah selalu bergantungnya hati kepada Allah SWT dalam keadaan apapun, menyadari bawa tidak ada satupun yang terjadi di alam semesta ini tanpa perintah ataupun izin dari Allah SWT"

Nabi Muhammad SAW bersabda:

 “Sungguh, besarnya pahala bersamaan dengan besarnya cobaan. Apabila Allah mencintai suatu kaum, Dia akan menguji mereka. Barangsiapa yang rela, maka baginya ridha-Nya, dan barang siapa yang benci, maka ia akan mendapatkan kebencian-Nya,” (HR. At Tirmidzi).

Tawakal /Berserah atau memasrahkan secara total sebuah urusan kepada Allah SWT adalah sebuah kata yang sering kita dengar. 

Tapi bagaimana melakukannya itu yang bagi saya juga masih terus mencoba dan mengevaluasi apakah yang dilakukan sudah benar. 

Dan tentu saja ujung dari sebuah ketawakalan adalah berakhirnya sebuah urusan dengan baik.

Percaya dan yakin karena semua yang diurus oleh Sang Pencipta pasti tidak akan gagal. 

Begitu sempurna detailnya bahkan dari sisi yang tidak terpikir sekalipun. Begitu dahsyat kejutan yang diberikan bahkan terlihat begitu menakjubkan sebagai sebuah "kebetulan". 

Dari perjalanan waktu, ternyata kuncinya adalah pada hati, iman dan perbuatan/usaha.

1. Hati yang sudah mengakui kesalahan dan dosa, hati yang sudah tunduk bahwa akan selalu berjalan di jalan-Nya, bertekad untuk memperbaiki diri dan hati yang sudah menyampaikan semua keadaan dan berharap untuk sebuah pertolongan. 

2. Iman yang meyakini bahwa HANYA Dia yang bisa menolong dan berkuasa untuk merubah keadaan. 



Sabar akan segala ujian dan ridho akan setiap takdir yang sudah ditentukan. 

Yakin bahwa ujung dari setiap ujian adalah kebaikan yang luar biasa selama kita termasuk dalam golongan hamba-Nya yang beriman dan berbuat kebajikan.

3. Sebuah usaha yang totalitas sesuai kemampuan kita. Usaha yang sudah menyentuh titik maksimal.

Pada saat tiga hal itu dilakukan, InsyaaAlloh akan timbul sebuah ketenangan dan ke-ridhoan atas takdir yang telah ditentukan.

Tiga hal diatas terdengar sederhana, tapi percayalah, butuh sebuah kesungguhan dan ketulusan untuk bisa melakukannya

Bukankan sabar dan ridho itu baru akan terbukti bila kita sudah diuji? 

Bismillah, semoga Allah SWT  mengaruniai kita hati dan iman yang selalu terpaut dengan-Nya. 

Dalam setiap tarikan dan hembusan nafas, setiap kedipan mata, setiap detak jantung sampai hari bertemu dengan-Nya. Aamiin YRA.

As


Monday, October 13, 2025

Ketidaksempurnaan vs Usaha Terbaik




Assalamu'alaikum guys,

Setiap aktifitas dalam hidup akan selalu punya ruang untuk perbaikan.

Setiap pribadi pasti punya kelemahan.

Tidak ada satu orang pun di dunia ini yang hidupnya tanpa persoalan.

Mengapa? Ya memang karena dunia seperti itu.

Tapi, ini bukan alasan untuk menjadi pribadi yang malas, mudah menyerah ataupun bekerja asal-asalan.

Kemampuan untuk selalu melihat dari sisi positif dan sikap optimis akan mejadi bahan bakar untuk selalu berusaha dan bekerja dengan skill terbaik, semangat terkuat dan berdoa dengan hati tertulus.

Segala kesalahan, kekurangan dan ketidaksempurnaan adalah sebuah proses pembelajaran untuk naik ke level yang lebih tinggi. Tidak perlu takut salah dan tidak perlu menyesal bila sudah melakukan upaya terbaik.

Memang tidak mudah, karena umumnya manusia bersifat keluh kesah, malas, kurang bersyukur dan cenderung mengikuti hawa nafsu. Tapi disitulah letak pembeda manusia satu dengan lainnya.

Bagi orang yang yakin akan pertemuan dengan Tuhannya; Allah SWT, dia akan selalu berusaha dengan usaha yang terbaik, bertindak dengan tindakan yang paling benar (sesuai dengan arahan Tuhannya) sesuai kemampuannya; 

Sebab dia yakin setiap perbuatan akan kembali ke-pembuatnya 😊

Tidak ada doa yang tidak terjawab dan tidak ada usaha yang sia-sia.

Begitu banyak hal yang berada diluar kendali manusia tapi kita sudah diberikan jaminan bahwa Allah adalah pelindung dan penyelamat di dunia dan akhirat dan hanya kepada-Nyalah kita berserah diri (tawakal) serta mengembalikan segala urusan.

Tidak perlu takut tidak sempurna, karena dunia ini juga bukan tempat yang sempurna.

As




Buku Terbaru




Hai friends assalamu'alaikum,

Buat teman-teman yang sedang mencari referensi tentang rangkuman Al Quran secara sistematis, Alhamdulillah sudah bisa diakses disini ya https://lynk.id/andriani2223 

Doakan ya supaya ebooknya bisa selesai sampai dengan juz 30.

Sebetulnya dalam waktu satu tahun ini saya sudah selesai melakukan klasifikasi sampai dengan juz 30 dalam format excell, tetapi akan sulit dipelajari kalau belum dibuat dalam bentuk ebook yang lebih praktis. InsyaaAlloh akan segera dibuat ya versi ebooknya.

Ok, sementara ini dulu ya infonya. Terimakasih.

As

Wednesday, September 17, 2025

Sudut Pandang Kehidupan Setelah Belajar Lebih Dalam


Manusia yang sudah hidup selama lebih dari 40 tahun pastinya sudah merasakan jatuh bangun dalam kehidupan. Berusaha menjalani hidup dengan baik dan berusaha untuk menggapai yang namanya kebahagiaan dan kesuksesan. 

Ada waktu saat sendirian, merenung apa sebenarnya hidup ini, mengapa ada hidup dan kehidupan, mengapa ada banyak kesedihan dan ketidakadilan di bumi ini. 

Apa tujuan dari semuanya ini?

Merasakan kebahagian, tetapi juga mengalami kesedihan. Ada saatnya berkecukupan, ada juga saat sangat merasa sesak karena kesulitan. Mendapatkan hal baru, anugerah baru tetapi juga pernah merasakan kehilangan yang sangat besar. ada kemarahan tapi juga ada rasa kasihan.

Ternyata setelah perjalanan ini, seakan dipaksa tersadar bahwa mau tidak mau, suka ataupun tidak suka, terima ataupun tidak mau menerima, ini adalah sesuatu yang harus dialami dalam alam yang namanya kehidupan dunia.

Perlu sebuah akal dan proses belajar untuk bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan kehidupan. Beruntungnya Allah SWT menuntun hamba-Nya ini, sehingga paling tidak hingga detik ini tidak mengambil jalan ataupun berpikir yang salah. 

Hamba Allah ini selalu berdoa agar selalu dibimbing dan diselamatkan hingga nanti kelak di akhirat. Aamiin.

Secara singkat, hamba Allah ini ingin berbagi apa yang sebaiknya dipahami oleh seorang manusia dalam kehidupan.

1. Manusia adalah sesuatu yang diciptakan dan suatu hari akan tiada; Dunia adalah tempat menanam kebaikan yang akan dipetik hasilnya di akhirat. 

Perlu sebuah kecerdasan dan kebijaksanaan untuk menerima hal ini. Pembelajaran-pembelajaran dalam hidup umumnya akan mengantarkan manusia ketitik ini. 

Apabila manusia sudah mengerti maka manusia perlu menyiapkan akal dan hatinya untuk menerima dan mengenal Penciptanya. Kemudian dia perlu belajar mengapa dia diciptakan dan apa tujuan penciptaannya.

Mungkin kita tidak ingat, tapi ada beberapa petunjuk bahwa pernah ada percakapan antara kita dan Allah SWT pencipta alam semesta bahwa kita telah mengakui bahwa Allah adalah pencipta kita (QS Al A'raf; 172) 

Ada malaikat yang menyertai kita (QS Ar Ra'd;11) serta mencatat semua perbuatan dan perkataan kita selama hidup (QS Qaf; 17-18), artinya semua akan dipertanggungjawabkan dan akan ada hari dimana kita menikmati apa yang sudah dilakukan di dunia.

Berpikir baik, berkata yang baik dan berbuat yang baik adalah sebuah harga yang tidak bisa ditawar apabila ingin memiliki bekal yang cukup pada saat kembali ke akhirat.

2. Hidup adalah tempat ujian  untuk melihat siapa yang paling Terbaik.

Jadi bila engkau sedang gembira, maka tidak perlu terlalu gembira, dan apabila sedang sedih tidak perlu sangat sedih, karena semua akan lewat dan berakhir pada waktunya. 

“Dan Kami akan menguji kamu dengan sesuatu ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata, ‘Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya kami akan kembali kepada-Nya.’ Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Q.S. Al-Baqarah: 155-157).

Hidup ini adalah sebuah sarana mengumpulkan bekal yang disebut ibadah. Hidup diniatkan untuk mendapatkan keridhoan Allah SWT. 

Menjalani hari-hari dengan baik sesuai dengan yang diajarkan, melakukan perbuatan terbaik yang kita bisa dan meninggalkan hal-hal buruk semaksimal mungkin semampu kita.

Dan, carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (pahala) negeri akhirat, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia. Berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” (QS Al Qosos; 77)

“Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya, dan (mendapat) tempat yang baik di Surga ‘Adn. Dan keridaan Allah lebih besar. Itulah kemenangan yang agung.”

(QS. At-Taubah; 72)

3. Hidup memiliki aturan dan aturan ini akan berdampak pada kualitas hidup yang akan dijalani

Semakin taat dengan aturan yang dibuat oleh pencipta kehidupan maka kualitas hidup akan semakin baik. Siapa yang lebih paham tentang manusia selain daripada penciptanya?

Allah SWT menurunkan wahyu kepada Rosul-Nya untuk disampaikan kepada umat manusia yang disebut sebagai kitab suci. 

Untuk umat muslim, kitab sucinya adalah Al Quran, yang didalamnya terkandung petunjuk hidup, pembeda antara kebenaran dan kebatilan, informasi tentang Allah sebagai pencipta, informasi tentang penciptaan langit, bumi dan isinya serta alam semesta dan juga informasi tentang kehidupan akhirat. 

"Kitab (Al-Qur'an) ini tidak ada keraguan di dalamnya; (ia merupakan) petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa," (QS Al Baqoroh; 2)


Hidup dengan baik sangat luas maknanya mencakup bagaimana menjalankan fase kehidupan yang dilewati, bagaimana mengatasi segala permasalahan yang hadir, berinteraksi dengan pasangan, keluarga, anak, tetangga, kawan hingga musuh, berbisnis, bahkan bernegara.

Agama datang dari yang Maha Suci, manusia diberikan fitrah yang suci, sehingga aturan agama tidak akan bertentangan dengan fitrah manusia. Tidak akan mencelakai apalagi membunuh, tidak akan merusak apalagi sampai menghancurkan.

4. Manusia diberikan senjata kehidupan yang bernama Doa

Senjata ini akan membantunya mengatasi kesulitan dan melindungi dari segala bahaya. Dengan doa ini manusia juga diberikan hak eksklusif untuk meminta berbagai hal kepada Penciptanya.

Dan Tuhanmu berfirman, 'Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina." (QS Ghafir: 60)

dan terakhir adalah

5. Takdir

Takdir adalah ketentuan Allah SWT yang telah ditentukan sebelumnya.  

Dikeluarga mana kita akan dilahirkan, siapa pasangan hidup kita, bagaimana rejeki kita hingga kapan dan dimana kita akan wafat, semua itu adalah takdir yang sudah dituliskan. 

Sebagai manusia yang belajar dan yakin akan kasih sayang Allah, maka berprasangka baiklah dan berikhtiarlah yang terbaik dalam hidup. 

Sesungguhnya Allah tidak berbuat zalim kepada manusia sedikitpun, akan tetapi manusia itulah yang berbuat zalim kepada diri mereka sendiri. (QS Yunus 44)

Semoga tulisan ini bermanfaat dan kita selalu dibimbing untuk mendapatkan ridho Allah SWT. Aamiin.

AS

 







Tuesday, February 25, 2025

Kolaborasi Yang Indah Dalam Dakwah



Kolaborasi dalam Dakwah

Senang sekali melihat banyak bermunculan dai-dai muda yang mengemas dakwah dengan cara yang lebih santai, mudah dipahami dan juga relate dengan keadaan zaman saat ini yang sarat dengan berbagai dinamika.

Sementara juga terasa sangat hangat dihati mendengarkan tausiyah dari dai-dai yang sudah lebih dulu berdakwah dan sudah lebih matang secara usia dengan jam terbang yang lebih banyak, sehingga telah memberikan banyak kontribusi pengetahuan agama kepada umat, memberikan solusi atas segala permasalahan melalui pandangan agama sebagai panduan hidup manusia.

Pastinya juga ada tantangannya sendiri-sendiri dalam berdakwah karena setan tidak akan berhenti untuk menjerumuskan dan menyesatkan.

Kadang ujaran kebencian karena perbedaan pendapat, gaya dakwah ataupun latar belakang pendidikan. Tidak jarang juga karena hasutan dari berbagai pihak yang tidak bertanggung jawab.

Saya pribadi melihat, para dai/ guru kita sebenarnya tidak ribet, hanya kadang-kadang ada saja oknum yang ingin membuat panas situasi dan memecah belah umat.

Semakin banyak pendakwah akan semakin banyak umat ter-edukasi, semakin kaya pendekatan berdakwah akan semakin luas penerimaan ilmu yang bisa diserap.

Mengapa? Karena kehidupan begitu kompleks, cara berpikir begitu dinamis dan keadaan hidup manusia tidak selalu sama. Pun cara memahami ilmu tidak selalu sama bagi setiap orang. 

Ada orang yang suka dengan pendekatan literasi, ada yang suka sejarah, ada yang suka dengan pendekatan santai ada juga yang sangat ilmiah. 

Ada yg mau belajar bacaan sholat, membaca Al Quran, dan ilmu Fikih. Ada juga yang perlu solusi cepat dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan kenyataan ini semakin banyak pendakwah akan semakin baik.

Mindset untuk mencerdaskan umat, memajukan bangsa dan bersatu untuk kebaikan akan menyatukan berbagai perbedaan, menyelesaikan perselisihan dan menumbuhkan rasa kasih sayang dan selalu ingin membantu dengan tulus.

Kalaupun terdapat perbedaan akan disikapi dengan damai, bila ada kesalahan akan disikapi dengan penyampaian teguran yang baik tanpa mempermalukan.

Alangkah Indahnya kolaborasi ini.

Dijelaskan oleh Rasulullah ï·», dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Rasulullah ï·º bersabda, “Janganlah kalian (wahai muslim) saling hasad (dengki), saling najsy, saling membenci, saling membelakangi, dan janganlah kalian melakukan transaksi harta yang berdampak pada gagalnya transaksi orang lain. Jadilah kalian wahai hamba-hamba Allah orang-orang yang bersaudara. Orang Muslim itu saudara bagi muslim lainnya. Tidak menzhaliminya, tidak membiarkannya dizhalimi, tidak membohonginya, dan tidak merendahkannya. Takwa itu letaknya di sini –beliau menunjuk ke arah dadanya tiga kali-. Cukuplah seseorang itu jahat ketika ia merendahkan saudaranya sesama muslim. Setiap muslim haram mengganggu muslim yang lain, baik mengganggu darah, harta ataupun kehormatan dan nama baiknya.” (H.R.Muslim).

Ya Alloh, Ya Robb, jadikanlah umat Islam di Indonesia khususnya dan seluruh dunia umumnya bersatu dalam kebaikan dan lindungilah dari segala perpecahan. Aamiin.

As






Thursday, January 30, 2025

Sebuah Analogi (Cara Hidup dan Standar Kebenaran)



Assalamu'alaikum wr. wb.,

Pada saat kita mau membuat kue yang enak diperlukan bahan-bahan yang berkualitas dengan takaran yang sesuai.

Proses yang benar/proper dari awal sampai akhir, kesabaran dalam menjalani prosesnya, barulah kita bisa dapatkan kue yang enak. 

Darimana kita tahu bahan yang berkualitas, takaran dan timbangan yang sesuai serta proses yang benar? Pastinya dari seorang ahli pembuat kue dan sudah teruji.

Ini analogi saya yang mudah untuk kehidupan. 

Bahan berkualitas: 

Manusia yang dilengkapi dengan raga yang sempurna, penglihatan, pendengaran, kecerdasan dan hati, untuk merasakan semua emosi/rasa sebagai inti kehidupan.

Kemudian bumi, langit, matahari, hujan, hewan, tumbuhan dan semua yang ada di alam ini. 

Takaran/timbangan:

Al Quran dan hadits sebagai standar Kebenaran dan jalan hidup. Mengapa Al Quran? Sederhana, karena Al Quran berasal dari Pencipta kehidupan. Ahli yang paling Ahli dan tidak ada yang bisa menyangkalnya.

Ini sangat istimewa mengingat kehidupan sangat bervariasi dan dinamis. 

Diperlukan aturan yang dinamis dan komprehensif sehingga bisa mengatur kehidupan semua manusia. Dan faktanya memang benar Al Quran mencakup semua aspek hidup untuk seluruh manusia.

Mau sedikit bukti?

1. Pengajaran untuk seluruh manusia yang beriman dan tidak beriman.

2. Kriteria hidup yang benar.

3. Tujuan hidup yang benar.

4. Cara berbakti kepada orang tua dan cara menjadi orang tua.

5. Bagaimana sifat yang perlu dimiliki oleh setiap orang sebagai pribadi ataupun masyarakat (paling banyak).

6. Peringatan kalau mengambil jalan yang salah.

7. Kabar gembira bagi yang mengambil jalan yang benar.

8. Apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam hidup.

9. Masalah pernikahan.

10. Masalah di usia tua.

11. Warisan, berniaga, hukum dalam bernegara.

12. Jawaban untuk apa kehidupan dunia, kemana dan apa setelahnya. 

13. Apa yang akan dijumpai dalam kehidupan.

14. Bahkan semua hal / kejadian yang pernah ada sebelum kita dan akan ada sepeninggal kita.

15. Kisah dan agama para nabi, apa saja yang mereka lalui, semuanya ada. 

16. (Pastinya) penjelasan ibadah ritual ummat nabi Muhammad SAW.

17. Dll

Bagaimana memecahkan masalah, cobalah sekali-sekali mencari referensi dari Al Quran dan Hadits.  

Saat menemui perbedaan pendapat dengan pasangan, anak, orang tua cobalah sekali-sekali mencari referensi dari Al Quran.

Kalau kita tidak memiliki standar yang disepakati bersama maka semua akan cenderung menggunakan akal ataupun perasaan masing-masing, sehingga akan sangat subyektif.

Proses yang benar adalah:

Implementasi dari Al Quran dan Hadits secara tepat dalam kehidupan.

Itulah sedikit analogi yang sederhana. Semoga kita bisa menjalani hidup dengan benar sehingga menghasilkan kehidupan yang nikmat di dunia dan akhirat. 

Aamiin YRA.

As






Proses yang benar: Cara menjalani hidup



Wednesday, January 29, 2025

Manusia Berpikiran Sempit vs Berpikiran Luas

Assalamu'alaikum wr. wb.

Seringkali terasa ada yang "kurang" ataupun "salah" tentang hal yang terjadi dalam kehidupan atau pada saat mengomentari sesuatu atau seseorang. 

Tapi sebentar, jangan-jangan bukan "Dia/Itu" yang salah atau kurang tetapi cara berpikir ini yang sempit sehingga tidak bisa menjangkau hal yang sebenarnya.

Contoh kecil: 

1. Makanan yang biasa kita makan akan dianggap lebih enak dibandingkan makanan orang lain /suku lain yang tidak biasa kita makan.

2. Model pakaian yang kita kenakan akan terasa lebih bagus dibanding model pakaian orang lain  yang tidak biasa kita pakai.

Contoh lebih besar: 

1. Dalam hal memiliki masalah dengan orang lain seringkali setiap pihak merasa bahwa dirinyalah yang benar.

2. Sering memaksakan kehendak atau cara berpikir kita kepada orang lain.

"Kita benar mereka salah"

"Seharusnya begini bukan begitu"

Akhirnya hidup akan selalu diwarnai dengan pertengkaran karena perbedaan, 

Menjelekkan/memandang rendah karena dianggap tidak sesuai dengan versi kita.

Tanpa sadar kita memaksakan sesuatu kepada cara berpikir kita, cara pandang kita (yang mungkin masih perlu banyak belajar)

Mengapa itu bisa terjadi:

Biasanya itu terjadi karena tidak ada sesuatu yang dijadikan standar bersama dalam memandang sesuatu dan bisa juga karena kurang ilmu atau pengalaman atau wawasan, atau apalah namanya ... you name it.

"Pakaiannya sangat aneh dan tidak modern"

"Mengapa Tuhan membuat aturan begini?"

"Hidup harusnya begini".

Dst

Saya belajar bahwa untuk menjawab sesuatu dengan benar seseorang haruslah belajar terus dan jangan merasa selalu benar/pintar sehingga dengan mudah menganggap yang lain kurang pintar.

Bersabar dan tidak reaktif dalam merespon suatu kejadian yang tidak enak. Tunggu beberapa saat pikirkan baru bertindak.

Bisa jadi pandangan hari ini bisa berubah keesokan harinya setelah bertambah ilmu.

Apa lagi bila hal terebut berkaitan dengan aturan hidup yang sudah diberikan Tuhan.

Sadarilah sebagai manusia kita hanya punya satu otak dan satu raga. Tidak bisa terbang ke langit dan tidak bisa menembus bumi. Tidak kebal dengan api dan akan termakan dengan waktu. Tidak bisa menahan panas dan terik matahari, ataupun dinginnya es/salju. Apa lagi? Teruskan ya....

Lalu apa yang mau disombongkan?

Dimana tempat manusia dan dimana tempat Tuhan yang begitu agung dan berkuasa menciptakan alam dunia dan akhirat? 

Siapa yang lebih mungkin salah? Pencipta atau yang diciptakan?

Kita adalah makhluk jadi tentu saja tidak berhak mengatur Sang Pencipta, terlebih menyalahkan aturan-Nya.

Luaskan cara berpikir kita dengan berprasangka baik bahwa kita harus belajar untuk mengerti.

Menerima pandangan yang berbeda dari orang lain tanpa menghakimi dan tetap saling menghormati.

Islam mengajarkan banyak hal dan sungguh rugi mereka yang tidak mau belajar.

As.

Wednesday, January 8, 2025

Setelah Mempelajari Al Quran (bag. 1)

Setelah membaca terjemahan Al Quran, inilah beberapa hal yang bisa disampaikan:

1. Al Quran adalah benar-benar berasal dari Sang Pencipta.

Sang Pencipta Manusia, Bumi, Langit dan yang berada diantara keduanya.

Matahari, bulan, bintang, alam semesta adalah makhluk yang diciptakan.

Banyak ayat dalam Al Quran yang menyampaikan tentang fenomena penciptaan yang baru ditemukan secara ilmiah berabad-abad setelah Al Quran turun. 

Tidak sedikit juga ayat-ayat yang menerangkan tentang pergerakan benda-benda langit, kedaan lautan, gunung, tanah, hujan, tumbuhan dan hewan.

Belum lagi perkembangan embrio manusia, asal usul kehidupan dan masih banyak lagi.

Diatas adalah peristiwa yang telah dibuktikan, ada juga ayat-ayat yang menceritakan tentang peristiwa yang akan datang. Yang belum mampu dibuktikan ataupun belum tiba masanya. Artinya kita diberikan "bocoran" tentang apa yang akan terjadi di masa depan. 

Ini membuktikan bahwa Al Quran benar-benar berasal dari Sang Pencipta Alam.

2. Membaca Al Quran sama seperti diberikan pengetahuan tentang kehidupan secara lengkap. 

Kehidupan manusia sejak masih belum ada di dalam kandungan, sampai dengan kemana akan pergi setelah kehidupan di dunia.

3. Mendapatkan informasi bahwa hidup itu bukanlah hal yang sederhana. 

Dibutuhkan aturan agar hidup bisa berjalan dengan baik dan agar dunia bisa menjadi tempat hidup yang damai, aman dan sejahtera.

4. Mendapatkan informasi akan hitam putihnya kehidupan di dunia ini dan bagaimana menyikapinya

5, Diberikan pelajaran akan kisah-kisah manusia sejak jaman dulu hingga akhir jaman dan segala konsekwensi dari perbuatan manusia

6. Dalam kehidupan di dunia ini manusia akan mengalami yang namanya senang dan susah. 

7. Dunia adalah tempat ujian. 

8. Akan menyadari bahwa dalam kehidupan ummat manusia yang panjang ini banyak hal akan terjadi dan telah terjadi dan manusia bisa bersiap dan mengambil pelajaran. Manusia bisa memilih dan mepersiapkan.

9. Ada hal yang tidak bisa ditolak meskipun tidak ingin dilalui, manusia tidak akan keluar dari jalur takdir.

10. Merasa aman dan tenang dengan berserah diri.

AS

Sempurnakan Takaran dan Timbangan


 

Jangan mengurangi takaran dan timbangan

Sempurnakan takaran dan timbangan

Gunakan neraca yang benar dan timbanglah dengan lurus

Jangan merugikan orang lain.

AS

Saturday, January 4, 2025

Rangkuman Juz 1 - bag. 1


 

Semoga Bermanfaat.

Untuk yang ingin segera mendapatkan ebooknya bisa kunjungi link berikut ini

https://lynk.id/andriani2223

Cetak Biru Kehidupan Akhirat versi Islam - Referensi Al-Quran dan Hadits

Mengapa Akhirat Digambarkan Secara Fisik? Mengintip Cetak Biru Waktu dan Sensorik Manusia Pernahkah Anda membuka lemari es atau rak dapur, l...