Silahkan klik pada link berikut
"Signs of the Universe — Quranic Verses Summary" (english version)*
Ayat Tentang Alam Semesta (versi Indonesia)*
As
*Sementara hanya tersedia dalam bentuk link diwebsite
Silahkan klik pada link berikut
"Signs of the Universe — Quranic Verses Summary" (english version)*
Ayat Tentang Alam Semesta (versi Indonesia)*
As
*Sementara hanya tersedia dalam bentuk link diwebsite
قُلْ إِنَّ رَبِّى يَبْسُطُ ٱلرِّزْقَ لِمَن يَشَآءُ مِنْ عِبَادِهِۦ وَيَقْدِرُ لَهُۥ ۚ وَمَآ أَنفَقْتُم مِّن شَىْءٍۢ فَهُوَ يُخْلِفُهُۥ ۖ وَهُوَ خَيْرُ ٱلرَّٰزِقِينَ ٣٩
Katakanlah, "Sungguh, Tuhanku melapangkan rezeki dan membatasinya bagi siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya." Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dialah pemberi rezeki yang terbaik.
— Indonesian Islamic affairs ministry
https://quran.com/id/34/39
====================================
Alhamdulillah
Allohumma Sholli 'Ala Muhammad wa 'Ala Aali Muhammad,
Berikut rangkuman dari video singkat diatas:
Jika merasa uang sedikit dan tidak berkah maka bersedekahlah
Jika merasa kurang kasih sayang, kasihi orang lain dan ucapkan kata-kata yang baik
Bila merasa tidak punya support system, berikan semangat pada orang lain
Bila hidup terasa sulit, ringankan beban orang lain, permudahlah urusan orang
Jika kesehatanmu tidak baik, bantulah orang yang sakit dengan apa yang kamu mampu lakukan
Jika mau menikah, bantu orang untuk menikah
Yakin dan percayalah apa yang kamu berikan akan dilipatgandakan
Apapun yang kamu keluarkan akan dikembalikan kepadamu
Surat Saba' (34) ayat 39
Semoga bermanfaat.
As
Alhamdulillah,
Allohumma Sholli 'Ala Muhammad wa 'Ala aali Muhammad
Dari Anas bin Malik Radhiyallahu 'Anhu, ia berkata, “telah diperlihatkan hari Jum’at kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam.
Datanglah Jibril yang di telapak tangannya seperti cermin putih cemerlang, di tengahnya seperti sebuah titik hitam. Maka beliau –Shallallahu 'Alaihi Wasallam- bertanya: “Apa ini, wahai Jibril?” Dia menjawab: “Ini adalah Jum’at yang diperlihatkan oleh Rabb-mu supaya menjadi hari raya bagimu dan umatmu sepeninggalmu. Bagi kalian pada hari itu suatu kebaikan…” (Al-Hadits; dihasankan oleh Syaik Zayid dalam Al-Jami’ li-Ahkamil ‘Idain, hal. 17 dan disebutkan juga dalam Shahih al-Targhib wa al-Tarhib)
Salah satu keutamaan yang disediakan di hari ini adalah ibadah shalat Jum’at dan amalan yang mengiringinya. Allah telah perintahkan langsung ibadah ini dalam kitabnya yang menunjukkan keutamaannya.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ
"Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan sembahyang pada hari Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui." (QS. Al-Jumu'ah: 9)
Kaum muslimin diperintahkan mempersiapkan diri untuk meraih kemuliaan dalam ibadah itu. Mulai dari mandi besar, mengenakan pakaian bagus dan layak untuk ibadah, memakai parfum, pergi lebih awal, berjalan kaki, mendekat kepada imam, dan menyimak dengan seksama khutbah imam. Termasuk memanfaatkan berdoa di antara khutbah dan shalatnya.
Diriwayatkan dari Aus bin Aus Radliyallah 'Anhu, berkata, "aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:
مَنْ غَسَّلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَاغْتَسَلَ ثُمَّ بَكَّرَ وَابْتَكَرَ وَمَشَى وَلَمْ يَرْكَبْ وَدَنَا مِنْ الْإِمَامِ فَاسْتَمَعَ وَلَمْ يَلْغُ كَانَ لَهُ بِكُلِّ خُطْوَةٍ عَمَلُ سَنَةٍ أَجْرُ صِيَامِهَا وَقِيَامِهَا
"Barangsiapa mandi pada hari Jum'at, berangkat lebih awal (ke masjid), berjalan kaki dan tidak berkendaraan, mendekat kepada imam dan mendengarkan khutbahnya, dan tidak berbuat lagha (sia-sia), maka dari setiap langkah yang ditempuhnya dia akan mendapatkan pahala puasa dan qiyamulail setahun." (HR. Abu Dawud no. 1077, al-Nasai no. 1364 Ahmad no. 15585. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih al-Jami’, no. 6405)
Makna Ghassala adalah membasuh (mengguyur) kepala. Dalam bahasa kita dikenal dengan keramas atau mandi besar. Ini ditunjukkan hadits riwayat Abu Dawud dari Aus al-Tsaqafi, “Siapa membasuh/mengguyur kepalanya di hari Jum’at dan mandi besar. . . “ (dishahihkan oleh Al-Albani)
Kemudian ia lebih pagi pergi ke masjid dan ini menjadi salah satu syarat diperolehnya keutamaan besar “maka dari setiap langkah yang ditempuhnya dia akan mendapatkan pahala puasa dan qiyamulail setahun." Di mana pahala dan keutaman ini hampir menyerupai Lailatul Qadar, namun diperoleh dengan amal yang lebih sedikit dan ringan.
Siapa yang menunda-nunda pergi ke masjid dan datang terlambat maka ia luput dari keutamaan ini. Ia telah mengharamkan dirinya dari pahala yang sangat besar ini.
Imam al-Syaukani berkata,
والحديث يدلُّ على مشروعية الغُسْل يوم الجمعة.... وعلى مشروعية التبكيرِ، والمَشْيِ، والدُّنوِّ من الإمام، والاستماع وترك اللَّغْو، وإن الجمعَ بين هذه الأمور سببٌ لاستحقاق ذلك الثواب الجزيل
“Hadits ini menunjukkan diperintahkanya mandi di hari Jum’at . . . dan disyariatkannya pergi lebih pagi ke shalat Jum’at, berjalan kaki, mendekat kepada imam dan mendengarkan khutbah imam serta meninggalkan perkara yang lahwun (main-main). Mengumpulkan amalan-amalan ini menjadi sebab mendapat pahala yang besar itu.”
Betapa beruntungnya umat Nabi Muhammad SAW.
As
Ref:
1.https://m.voa-islam.com/news/ibadah/2021/10/14/78634/setiap-langkah-terhitung-pahala-puasa-dan-tahajjud-setahun/
2.https://youtu.be/qlgECspBoDg?si=9QtpvorK_LsWlMT9
"Diantara bentuk tawakal adalah selalu bergantungnya hati kepada Allah SWT dalam keadaan apapun, menyadari bawa tidak ada satupun yang terjadi di alam semesta ini tanpa perintah ataupun izin dari Allah SWT"
Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Sungguh, besarnya pahala bersamaan dengan besarnya cobaan. Apabila Allah mencintai suatu kaum, Dia akan menguji mereka. Barangsiapa yang rela, maka baginya ridha-Nya, dan barang siapa yang benci, maka ia akan mendapatkan kebencian-Nya,” (HR. At Tirmidzi).
Tawakal /Berserah atau memasrahkan secara total sebuah urusan kepada Allah SWT adalah sebuah kata yang sering kita dengar.
Tapi bagaimana melakukannya itu yang bagi saya juga masih terus mencoba dan mengevaluasi apakah yang dilakukan sudah benar.
Dan tentu saja ujung dari sebuah ketawakalan adalah berakhirnya sebuah urusan dengan baik.
Percaya dan yakin karena semua yang diurus oleh Sang Pencipta pasti tidak akan gagal.
Begitu sempurna detailnya bahkan dari sisi yang tidak terpikir sekalipun. Begitu dahsyat kejutan yang diberikan bahkan terlihat begitu menakjubkan sebagai sebuah "kebetulan".
Dari perjalanan waktu, ternyata kuncinya adalah pada hati, iman dan perbuatan/usaha.
1. Hati yang sudah mengakui kesalahan dan dosa, hati yang sudah tunduk bahwa akan selalu berjalan di jalan-Nya, bertekad untuk memperbaiki diri dan hati yang sudah menyampaikan semua keadaan dan berharap untuk sebuah pertolongan.
2. Iman yang meyakini bahwa HANYA Dia yang bisa menolong dan berkuasa untuk merubah keadaan.
Sabar akan segala ujian dan ridho akan setiap takdir yang sudah ditentukan.
Yakin bahwa ujung dari setiap ujian adalah kebaikan yang luar biasa selama kita termasuk dalam golongan hamba-Nya yang beriman dan berbuat kebajikan.
3. Sebuah usaha yang totalitas sesuai kemampuan kita. Usaha yang sudah menyentuh titik maksimal.
Pada saat tiga hal itu dilakukan, InsyaaAlloh akan timbul sebuah ketenangan dan ke-ridhoan atas takdir yang telah ditentukan.
Tiga hal diatas terdengar sederhana, tapi percayalah, butuh sebuah kesungguhan dan ketulusan untuk bisa melakukannya.
Bukankan sabar dan ridho itu baru akan terbukti bila kita sudah diuji?
Bismillah, semoga Allah SWT mengaruniai kita hati dan iman yang selalu terpaut dengan-Nya.
Dalam setiap tarikan dan hembusan nafas, setiap kedipan mata, setiap detak jantung sampai hari bertemu dengan-Nya. Aamiin YRA.
As
Setiap aktifitas dalam hidup akan selalu punya ruang untuk perbaikan.
Setiap pribadi pasti punya kelemahan.
Tidak ada satu orang pun di dunia ini yang hidupnya tanpa persoalan.
Mengapa? Ya memang karena dunia seperti itu.
Tapi, ini bukan alasan untuk menjadi pribadi yang malas, mudah menyerah ataupun bekerja asal-asalan.
Kemampuan untuk selalu melihat dari sisi positif dan sikap optimis akan mejadi bahan bakar untuk selalu berusaha dan bekerja dengan skill terbaik, semangat terkuat dan berdoa dengan hati tertulus.
Segala kesalahan, kekurangan dan ketidaksempurnaan adalah sebuah proses pembelajaran untuk naik ke level yang lebih tinggi. Tidak perlu takut salah dan tidak perlu menyesal bila sudah melakukan upaya terbaik.
Memang tidak mudah, karena umumnya manusia bersifat keluh kesah, malas, kurang bersyukur dan cenderung mengikuti hawa nafsu. Tapi disitulah letak pembeda manusia satu dengan lainnya.
Bagi orang yang yakin akan pertemuan dengan Tuhannya; Allah SWT, dia akan selalu berusaha dengan usaha yang terbaik, bertindak dengan tindakan yang paling benar (sesuai dengan arahan Tuhannya) sesuai kemampuannya;
Sebab dia yakin setiap perbuatan akan kembali ke-pembuatnya 😊
Tidak ada doa yang tidak terjawab dan tidak ada usaha yang sia-sia.
Begitu banyak hal yang berada diluar kendali manusia tapi kita sudah diberikan jaminan bahwa Allah adalah pelindung dan penyelamat di dunia dan akhirat dan hanya kepada-Nyalah kita berserah diri (tawakal) serta mengembalikan segala urusan.
Tidak perlu takut tidak sempurna, karena dunia ini juga bukan tempat yang sempurna.
As
Hai friends assalamu'alaikum,
Buat teman-teman yang sedang mencari referensi tentang rangkuman Al Quran secara sistematis, Alhamdulillah sudah bisa diakses disini ya https://lynk.id/andriani2223
Doakan ya supaya ebooknya bisa selesai sampai dengan juz 30.
Sebetulnya dalam waktu satu tahun ini saya sudah selesai melakukan klasifikasi sampai dengan juz 30 dalam format excell, tetapi akan sulit dipelajari kalau belum dibuat dalam bentuk ebook yang lebih praktis. InsyaaAlloh akan segera dibuat ya versi ebooknya.
Ok, sementara ini dulu ya infonya. Terimakasih.
As
Manusia yang sudah hidup selama lebih dari 40 tahun pastinya sudah merasakan jatuh bangun dalam kehidupan. Berusaha menjalani hidup dengan baik dan berusaha untuk menggapai yang namanya kebahagiaan dan kesuksesan.Ada waktu saat sendirian, merenung apa sebenarnya hidup ini, mengapa ada hidup dan kehidupan, mengapa ada banyak kesedihan dan ketidakadilan di bumi ini.
Apa tujuan dari semuanya ini?
Merasakan kebahagian, tetapi juga mengalami kesedihan. Ada saatnya berkecukupan, ada juga saat sangat merasa sesak karena kesulitan. Mendapatkan hal baru, anugerah baru tetapi juga pernah merasakan kehilangan yang sangat besar. ada kemarahan tapi juga ada rasa kasihan.
Ternyata setelah perjalanan ini, seakan dipaksa tersadar bahwa mau tidak mau, suka ataupun tidak suka, terima ataupun tidak mau menerima, ini adalah sesuatu yang harus dialami dalam alam yang namanya kehidupan dunia.
Perlu sebuah akal dan proses belajar untuk bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan kehidupan. Beruntungnya Allah SWT menuntun hamba-Nya ini, sehingga paling tidak hingga detik ini tidak mengambil jalan ataupun berpikir yang salah.
Hamba Allah ini selalu berdoa agar selalu dibimbing dan diselamatkan hingga nanti kelak di akhirat. Aamiin.
Secara singkat, hamba Allah ini ingin berbagi apa yang sebaiknya dipahami oleh seorang manusia dalam kehidupan.
1. Manusia adalah sesuatu yang diciptakan dan suatu hari akan tiada; Dunia adalah tempat menanam kebaikan yang akan dipetik hasilnya di akhirat.
Perlu sebuah kecerdasan dan kebijaksanaan untuk menerima hal ini. Pembelajaran-pembelajaran dalam hidup umumnya akan mengantarkan manusia ketitik ini.
Apabila manusia sudah mengerti maka manusia perlu menyiapkan akal dan hatinya untuk menerima dan mengenal Penciptanya. Kemudian dia perlu belajar mengapa dia diciptakan dan apa tujuan penciptaannya.
Mungkin kita tidak ingat, tapi ada beberapa petunjuk bahwa pernah ada percakapan antara kita dan Allah SWT pencipta alam semesta bahwa kita telah mengakui bahwa Allah adalah pencipta kita (QS Al A'raf; 172)
Ada malaikat yang menyertai kita (QS Ar Ra'd;11) serta mencatat semua perbuatan dan perkataan kita selama hidup (QS Qaf; 17-18), artinya semua akan dipertanggungjawabkan dan akan ada hari dimana kita menikmati apa yang sudah dilakukan di dunia.
Berpikir baik, berkata yang baik dan berbuat yang baik adalah sebuah harga yang tidak bisa ditawar apabila ingin memiliki bekal yang cukup pada saat kembali ke akhirat.
2. Hidup adalah tempat ujian untuk melihat siapa yang paling Terbaik.
Jadi bila engkau sedang gembira, maka tidak perlu terlalu gembira, dan apabila sedang sedih tidak perlu sangat sedih, karena semua akan lewat dan berakhir pada waktunya.
“Dan Kami akan menguji kamu dengan sesuatu ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata, ‘Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya kami akan kembali kepada-Nya.’ Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Q.S. Al-Baqarah: 155-157).
Hidup ini adalah sebuah sarana mengumpulkan bekal yang disebut ibadah. Hidup diniatkan untuk mendapatkan keridhoan Allah SWT.
Menjalani hari-hari dengan baik sesuai dengan yang diajarkan, melakukan perbuatan terbaik yang kita bisa dan meninggalkan hal-hal buruk semaksimal mungkin semampu kita.
Dan, carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (pahala) negeri akhirat, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia. Berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” (QS Al Qosos; 77)
“Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya, dan (mendapat) tempat yang baik di Surga ‘Adn. Dan keridaan Allah lebih besar. Itulah kemenangan yang agung.”
(QS. At-Taubah; 72)
3. Hidup memiliki aturan dan aturan ini akan berdampak pada kualitas hidup yang akan dijalani.
Semakin taat dengan aturan yang dibuat oleh pencipta kehidupan maka kualitas hidup akan semakin baik. Siapa yang lebih paham tentang manusia selain daripada penciptanya?
Allah SWT menurunkan wahyu kepada Rosul-Nya untuk disampaikan kepada umat manusia yang disebut sebagai kitab suci.
Untuk umat muslim, kitab sucinya adalah Al Quran, yang didalamnya terkandung petunjuk hidup, pembeda antara kebenaran dan kebatilan, informasi tentang Allah sebagai pencipta, informasi tentang penciptaan langit, bumi dan isinya serta alam semesta dan juga informasi tentang kehidupan akhirat.
"Kitab (Al-Qur'an) ini tidak ada keraguan di dalamnya; (ia merupakan) petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa," (QS Al Baqoroh; 2)
Agama datang dari yang Maha Suci, manusia diberikan fitrah yang suci, sehingga aturan agama tidak akan bertentangan dengan fitrah manusia. Tidak akan mencelakai apalagi membunuh, tidak akan merusak apalagi sampai menghancurkan.
4. Manusia diberikan senjata kehidupan yang bernama Doa;
Senjata ini akan membantunya mengatasi kesulitan dan melindungi dari segala bahaya. Dengan doa ini manusia juga diberikan hak eksklusif untuk meminta berbagai hal kepada Penciptanya.
Dan Tuhanmu berfirman, 'Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina." (QS Ghafir: 60)
dan terakhir adalah
5. Takdir
Takdir adalah ketentuan Allah SWT yang telah ditentukan sebelumnya.
Dikeluarga mana kita akan dilahirkan, siapa pasangan hidup kita, bagaimana rejeki kita hingga kapan dan dimana kita akan wafat, semua itu adalah takdir yang sudah dituliskan.
Sebagai manusia yang belajar dan yakin akan kasih sayang Allah, maka berprasangka baiklah dan berikhtiarlah yang terbaik dalam hidup.
Sesungguhnya Allah tidak berbuat zalim kepada manusia sedikitpun, akan tetapi manusia itulah yang berbuat zalim kepada diri mereka sendiri. (QS Yunus 44)
Semoga tulisan ini bermanfaat dan kita selalu dibimbing untuk mendapatkan ridho Allah SWT. Aamiin.
AS
Mengapa Akhirat Digambarkan Secara Fisik? Mengintip Cetak Biru Waktu dan Sensorik Manusia Pernahkah Anda membuka lemari es atau rak dapur, l...