Friday, December 27, 2024

KONTRIBUSI ISLAM UNTUK DUNIA

 

KONTRIBUSI ISLAM UNTUK DUNIA

Islam banyak dikiritisi sebagai agama yang membolehkan poligami. Juga masalah hukum syariat yang dikenal keras, diskriminasi perempuan, masalah perbudakan yang diatur dalam Al Quran, masalah perang dan lain-lain.

Tetapi setelah belajar dan memperluas wawasan ada beberapa pengetahuan yang justru akan membuat kita berterimakasih kepada Islam.

Islam sendiri sebenarnya adalah agama para nabi sejak jaman nabi Adam AS. Islam menekankan penyerahan diri mutlak kepada Tuhan semesta alam dan tidak menyembah kepada apapun selain kepada Tuhan yang Esa. Menyuruh kepada yang ma’ruf (baik) dan meninggalkan kemunkaran (hal-hal yang tidak baik/kejahatan).

Dalam Al Quran semua nabi sejak nabi Adam AS sampai dengan nabi Isa AS mempunyai cara pandang yang sama. Hanya syariatnya saja yang terus disempurnakan hingga nabi Muhammad SAW.

Namun saat ini pemahaman Islam hanya terbatas pada ajaran nabi Muhammad SAW. Seiring dengan perjalanan peradaban ummat manusia, Sejarah menyaksikan bahwa kehidupan sangat keras, selalu ada kesewenangan dan penindasan dari orang yang kuat terhadap orang yang lemah termasuk ketidakadilan yang dialami kaum perempuan.

Cek Sejarah, sebelum periode Nabi Muhammad SAW diabad ke-7, bagaimana keadaan perbudakan, kesewenang-wenangan, kehidupan manusia di jaman itu, berapa banyak perempuan yang bisa diperistri oleh seorang laki-laki? Dan itu dianggap sebuah kewajaran. Seperti apa penindasan terhadap perempuan di jaman itu? Hampir pasti hanya perempuan dari jalur kerajaan ataupun dari keturunan bangsawan yang memiliki kehidupan lebih baik.

Fakta Sejarah membuktikan bahwa Islam-lah yang meperbaiki peradaban manusia mulai jaman itu.

Ajaran Islam itu sendiri juga sangat adil dan bijaksana dalam melihat sebuah permasalahan kehidupan.

Contoh:

Poligami bisa dijadikan solusi untuk beberapa orang yang memilki kesulitan dalam rumah tangganya. Misalnya menderita sakit ataupun hal-hal lain yang membuat suami perlu memiliki istri lebih dari satu. Tetapi untuk kondisi yang normal, poligami juga menuntut kewajiban yang tinggi dari seorang suami kepada istri-istrinya, dan tidak sembarangan orang bisa masuk dalam kriteria tersebut karena sulitnya persyaratan poligami.

Hukum Syariat, hukum ditegakkan untuk memberikan keadilan dan untuk menciptakan rasa aman dalam kehidupan. Ada negara yang mempraktekan hukuman lebih keras daripada hukum syariat Islam. Islam masih lebih toleran dan lebih adil dalam menerapkan hukuman bagi yang bersalah. (Pelajari bagaimana korea utara menghukum koruptor).

Perang dan Jihad. Apakah kita bisa mengatakan bahwa tidak ada perang lagi saat ini? Buka mata dan lihatlah bahwa itu masih terjadi di dunia modern ini. Butuh sebuah aturan dan strategi dalam menghadapi hal tersebut.

Singkatnya apa yang kita anggap mengerikan atau asing, kenyataannya itulah yang dihadapi umat manusia di bumi ini. Islam tidak mengatur kehidupan satu dua orang, tapi milyaran manusia di muka bumi dengan berbagai dinamikanya, jadi alangkah kecilnya kita bila kita melihat Islam hanya untuk diri kita, yang cocok dengan pemikiran kita.

Bisa jadi justru kitalah yang sangat minim pengetahuan tentang agama Islam, sehingga mengecilkan islam itu sendiri dengan membawanya ke dalam lingkup cara berpikir kita.

Wawasan akan semakin bertambah, ilmu membuat kita lebih bijak dalam melihat sesuatu. Bisa dikatakan Islam telah mewarnai peradaban dunia secara luas diberbagai bidang kehidupan. Berikut data dan fakta Sejarah:

Agama Islam telah memberikan kontribusi signifikan pada peradaban dunia dalam berbagai bidang, seperti sains, teknologi, filsafat, seni, dan arsitektur. Berikut beberapa contoh kontribusi Islam pada peradaban dunia:

Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

1. Matematika: Al-Khwarizmi (780-850 M) mengembangkan algoritma dan konsep angka nol.

2. Kedokteran: Ibnu Sina (980-1037 M) menulis "Kitab Kedokteran" yang menjadi rujukan utama di Eropa.

3. Astronomi: Al-Biruni (973-1048 M) menemukan konsep revolusi bumi.

4. Fisika: Ibnu Al-Haytham (965-1040 M) menemukan prinsip refraksi cahaya.

Filosofi dan Pemikiran

1. Filsafat Islam: Al-Kindi (801-873 M) dan Al-Farabi (872-950 M) memperkenalkan filsafat Yunani ke dalam pemikiran Islam.

2. Etika dan Moral: Ibnu Miskawaih (932-1030 M) menulis "Tahdhib al-Akhlaq".

3. Logika: Al-Ghazali (1058-1111 M) menulis "Kitab Al-Mustazhiri".

Seni dan Arsitektur

1. Arsitektur Islam: Masjid Al-Aqsa, Masjid Cordoba, dan Taj Mahal.

2. Kaligrafi: Seni kaligrafi Islam yang indah.

3. Musik: Musik Islam klasik.

Ekonomi dan Perdagangan

1. Sistem ekonomi Islam: Konsep zakat, sedekah, dan melarang riba.

2. Perdagangan: Jaringan perdagangan Islam yang luas.

3. Koperasi: Konsep koperasi dalam Islam.

Politik dan Pemerintahan

1. Jihad: Islam mengajarkan konsep jihad, yang berarti perjuangan untuk mempertahankan agama dan negara.

2. Pertahanan negara: Islam menekankan pentingnya pertahanan negara dan perlindungan rakyat.

3. Etika perang: Islam menetapkan etika perang, seperti tidak membunuh wanita, anak-anak, dan orang tua.

4. Perdamaian: Islam menekankan pentingnya perdamaian dan negosiasi untuk menghindari konflik.

5. Hak-hak rakyat: Islam menjamin hak-hak rakyat, seperti kebebasan berbicara, keadilan, dan perlindungan hukum.

6. Pemerintahan adil: Islam menekankan pentingnya pemerintahan adil dan transparan.

Pendidikan

1. Hak belajar: Al-Qur'an menekankan pentingnya pendidikan bagi semua umat, termasuk wanita

2. Peran guru: Wanita seperti Aisyah RA dan Asma' binti Abu Bakar RA menjadi guru dan pengajar agama.

3. Universitas Al-Azhar: Wanita dapat belajar dan mengajar di universitas ini sejak abad ke-10 M.

 Hak-Hak Wanita dalam Islam

1. Hak berpendidikan

2. Hak waris dan memiliki properti

5. Hak perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi

Dan masih banyak lagi bila kita mau pelajari. Jadi sangat tepat bila dikatakan Islam adalah agama yang paling sempurna dan akan selalu valid di jaman apapun. Mengapa? Karena pada hakekatnya fitrah manusia akan selalu sama dari awal hingga akhir, dan manusia butuh aturan yang tegas dan adil untuk hidup dengan tertib dan damai.

Alhamdulillah, so proud to be a Moslem.

 AS

Fokus Pada Gambaran Besar

 

FOKUS PADA GAMBARAN BESAR



Ungkapan ini sederhananya adalah cara berpikir yang membuat kita bertindak dengan mengacu pada tujuan akhir. Entah itu dalam pekerjaan ataupun tindakan keseharian. Dari hal kecil sampai hal besar.

Fokus pada gambaran besar baru bisa dilakukan bila sesorang mempunyai  tujuan hidup/master plan dalam kehidupannya sehingga itu bisa membantu melewati masa yang sulit ataupun menerima dengan Ikhlas dan memahami suatu peristiwa dalam hidup.

Fokus pada gambaran besar ini juga memerlukan pengetahuan yang utuh dan benar serta memerlukan latihan dalam penerapannya.

Keterampilan ini biasanya dimiliki oleh seorang yang bijaksana dan banyak pengalaman dalam hidup, dan biasanya tipe orang seperti ini tergambar dari perilakunya yang tenang dan tidak terburu-buru dalam menyikapi sesuatu.

Contoh Fokus pada gambaran besar dalam kehidupan sehari-hari:

1.      Tidak reaktif dalam menerima sesuatu yang tidak menyenangkan, karena dia tahu bahwa hal itu akan merugikan dirinya sendiri dan hanya akan menambah masalah baru.

2.      Memperbaiki diri terus menerus setelah mengalami kegagalan, karena dia tahu hidup akan terus berjalan, dan waktu yang berjalan akan menjadi sia-sia bila tidak diisi dengan hal-hal baik dan bermanfaat.

3.      Tidak mudah sedih dan putus asa dalam menghadapi berbagai tantangan karena dia paham bahwa hidup adalah sebuah perjalanan yang sementara dan penuh dengan ujian. Dengan pengetahuannya dia juga meyakini  bahwa ada yang Maha Menyaksikan dan selalu siap membantu dalam setiap kesulitan.

4.      Tidak membenci dan mencinta terlalu berlebihan, karena dunia sifatnya sementara dan manusia bisa berubah. Lakukan yang terbaik dan sesuai dengan porsinya.

5.      Fokus pada tujuan jangka panjang, berinvestasi untuk kehidupan yang lebih kekal dan abadi. Orang bilang nikmati hidupmu karena hidup hanya sementara, tetapi sedikit orang yang menyadari persiapkan akhiratmu karena disanalah hidup yang kekal abadi.

6.      Terus belajar, tidak judging akan hal-hal yang dia tidak bisa terima dengan akal ataupun pengetahuannya. Tidak membenci dan saling menghargai.

7.      Dan masih banyak lagi.

Jadi, buat master plan kehidupanmu, jangan terburu-buru, tenang, sabar dan terus belajar. Fokus pada Gambaran besar, fokus pada tujuan akhir.

AS


Wednesday, December 18, 2024

Rencanakan Legacymu

 

LEGACY

Apa sebenarnya legacy, siapa yang berkepentingan dan mengapa? 

Mungkin untuk beberapa orang hal ini bisa jadi penting tapi untuk beberapa tidak juga, bahkan mungkin juga ada yang tidak pernah berpikir tentang hal ini.

Secara harfiah, legacy berarti sesuatu yang ditinggalkan oleh seseorang atau kelompok sebagai hasil dari kehidupan atau pekerjaan mereka. Bisa berbentuk fisik ataupun non fisik.

Dalam konteks pekerjaan, legacy dapat merujuk pada reputasi yang ditinggalkan, sistem yang sudah dibangun ataupun kekacauan yang ditinggalkan.

Sementara dalam konteks pribadi, legacy juga dapat merujuk pada hal yang bersifat fisik seperti warisan atau barang yang ditinggalkan oleh orang yang telah meninggal.

Sebenarnya sadar ataupun tidak setiap manusia memiliki legacy dan bisa dipilih serta direncanakan.

Legacy dalam perspektif fisik sudah jelas, tapi selain legacy fisik, pernahkan terpikir bahwa anak juga salah satu legacy?

Pendidikan, akhlak, kepribadian dan karakter terbaik yang diperjuangkan oleh para orangtua. Atau karakter buruk, kerusakan yang ditimbulkan atau hal-hal mengerikan lainnya? Na’udzubillah.

Nama baik, nilai-nilai kehidupan, reputasi, karya-karya yang ditinggalkan semasa hidup; Ataukah tragedi, permusuhan, karakter buruk yang akan menjadi sebuah kenangan dari kisah hidup seseorang?

Bukankah artinya ini adalah sebuah keniscayaan dari kehidupan seorang manusia?

Pertanyaannya adalah legacy seperti apa yang kita mau berikan? Inilah yang kita perlu renungkan, pikirkan dan upayakan dalam sisa umur kita.

Satu hal yang pasti, sebagai manusia yang percaya kepada Tuhan (Alloh SWT), kita bisa bertanya kepada-Nya dan mencari tahu agar mendapatkan arah yang benar dan petunjuk yang jelas.

Beberapa penjelasan dalam Al Quran:

1.     Kehidupan yang baik: “Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan”. (An Nahl;97).

2.     Kehidupan sebagai Ujian: "Dialah yang menciptakan mati dan hidup untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya."  (QS. Al-Mulk: 2) 

3.     Hidup dengan seimbang: "Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu di dunia."  (QS. Al-Qasas: 77) 

4.     Kehidupan Berorientasi Akhirat

- Islam memandang kehidupan dunia sebagai sementara, sedangkan kehidupan akhirat bersifat kekal.  "Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya."   (QS. Al-Hadid: 20)  dst ….. (masih banyak tuntunan dalam Al Quran untuk mendapatkan kehidupan yang baik dan selamat)

Gambaran besar sudah diberikan, tinggal kita menurunkannya sesuai dengan porsi dan peran kita masing-masing.

Berikut tips dari penulis:

-         Bila ingin legacy yang baik artinya ingin hidup ini berjalan baik dan berakhir baik, patuhlah kepada Tuhan, berbuat baik kepada sesama manusia, dan sesama makhluk sebisa mungkin.

-         Belajar tanpa henti karena otak kita akan kosong, hati akan hampa dan jiwa akan gersang bila tidak disiram ilmu. Belajar agar bisa memperoleh gambaran lengkap tentang ilmu hidup yang baik sebagai pribadi, anggota keluarga ataupun bagian dari Masyarakat.

-         Terus berlatih untuk menjadi baik, karena kita bukan malaikat yang tanpa nafsu, dan bukan nabi yang tanpa dosa. Bangunlah koneksi yang baik dengan Alloh SWT agar selalu dalam bimbingan dan perlindungan-Nya. Salah dan dosa adalah hal yang manusiawi, yang terpenting segera kembali, bertaubat dan terus berusaha memperbaiki.

-         Fokus pada perbaikan diri bukan pada keadaan orang lain.

Jadi, rencanakan legacymu.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.,

Andriani

Jabal Magnet


 

Sunday, December 15, 2024

Juz Satu Al Quran

Berikut diagram pengelompokan kategori isi Al Quran pada juz satu:



Kategori

Jumlah Ayat

Akhirat

2

Akidah

17

Al Quran dan Syariat

8

Alam Semesta dan makhluk lainnya

1

Kisah, doa dan lainnya

111

Tauhid

9

Jumlah ayat

148


Semoga Ebooknya bisa segera terbit ya...

Wassalam,

AS

Saturday, December 14, 2024

Perintah dan Larangan Dalam Juz 1 Al Quran

 Assalamu'alaikum Wr. Wb.,

Apakah kamu ingin tahu apa yang diberitakan oleh Al Quran terkait perintah dan larangan yang ada pada Juz satu?

Berikut isinya:

Surat

Ayat

Rangkuman Isi

Kategori

Ayat Al Quran

Al Baqoroh

2

Al Quran sebagai petunjuk orang yang bertakwa

Al Qur'an dan Syariat

2. Kitab (Al-Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,

Al Baqoroh

21

Perintah untuk menyembah Alloh

Al Qur'an dan Syariat

21. Wahai manusia! Sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang yang sebelum kamu, agar kamu bertakwa.

Al Baqoroh

23

Tantangan bagi yang meragukan Al Quran

Al Qur'an dan Syariat

23.Dan jika kamu meragukan (Al-Qur'an) yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad), maka buatlah satu surah semisal dengannya dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.

Al Baqoroh

24

Tantangan bagi yang meragukan Al Quran

Al Qur'an dan Syariat

24. Jika kamu tidak mampu membuatnya, dan (pasti) tidak akan mampu, maka takutlah kamu akan api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir.

Al Baqoroh

42

Perintah agar tidak mencampur kebenaran dan kebatilan dan larangan menyembunyikan kebenaran

Al Qur'an dan Syariat

42. Dan janganlah kamu campuradukkan kebenaran dengan kebatilan dan (janganlah) kamu sembunyikan kebenaran, sedangkan kamu mengetahuinya.

Al Baqoroh

43

Perintah sholat, zakat dan ruku

Al Qur'an dan Syariat

43. Dan laksanakanlah salat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang yang rukuk.

Al Baqoroh

45

Mintalah pertolongan kepada Alloh dengan sabar dan sholat

Al Qur'an dan Syariat

45. Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Dan (salat) itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk,

Al Baqoroh

110

Perintah sholat, zakat dan melakukan kebaikan serta pahala untuk yang melakukan

Al Qur'an dan Syariat

110. Dan laksanakanlah salat dan tunaikanlah zakat. Dan segala kebaikan yang kamu kerjakan untuk dirimu, kamu akan mendapatkannya (pahala) di sisi Allah. Sungguh, Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.


Semoga bermanfaat dan kita diberikan rahmat agar bisa mengamalkannya.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.,

AS


Thursday, December 12, 2024

Mengapa Kita Tidak Bisa Melihat Alloh SWT


Assalamu'alaikum Wr. Wb.,

Kalau ada pertanyaan tentang bagaimana wujud Alloh SWT atau mengapa Alloh SWT tidak bisa kita lihat, berikut penjelasannya:

Al-Qur'an menjelaskan mengapa manusia tidak dapat melihat Alloh SWT secara langsung, terutama dalam konteks keterbatasan manusia dan keagungan Alloh SWT yang melampaui batas kemampuan makhluk-Nya.

1. Alloh SWT Tidak Serupa dengan Makhluk-Nya

  • Alloh SWT berfirman dalam QS Asy-Syura (42:11):

"(Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dialah yang Maha Mendengar dan Melihat.

  • Alloh SWT berfirman dalam QS Al Ikhlash (112:4)
"serta tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya.”

Ayat ini menegaskan bahwa Alloh SWT berbeda dari semua ciptaan-Nya, termasuk dalam sifat keberadaan-Nya. Mata manusia yang terbatas tidak mampu menangkap esensi Alloh SWT yang tak terbatas. 

2. Ketidakmampuan Manusia untuk Melihat Alloh SWT

  • Dalam QS Al-A’raf (7:143), disebutkan kisah Nabi Musa AS yang ingin melihat Alloh SWT;

"Ketika Musa datang untuk (bermunajat) pada waktu yang telah Kami tentukan (selama empat puluh hari) dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya, dia berkata, “Ya Tuhanku, tampakkanlah (diri-Mu) kepadaku agar aku dapat melihat Engkau.” Dia berfirman, “Engkau tidak akan (sanggup) melihat-Ku, namun lihatlah ke gunung itu. Jika ia tetap di tempatnya (seperti sediakala), niscaya engkau dapat melihat-Ku.” Maka, ketika Tuhannya menampakkan (keagungan-Nya) pada gunung itu, gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Setelah Musa sadar, dia berkata, “Mahasuci Engkau. Aku bertobat kepada-Mu dan aku adalah orang yang pertama-tama beriman.”

Ayat ini menunjukkan bahwa zat Alloh SWT terlalu agung untuk bisa dilihat oleh makhluk, bahkan oleh Nabi Musa, seorang utusan yang paling dekat dengan-Nya.

3. Fokus pada Iman Tanpa Penglihatan

  • Dalam QS Al-Baqarah (2:3), Alloh SWT memuji orang-orang beriman yang percaya kepada-Nya tanpa harus melihat-Nya:

"...(orang-orang) yang beriman kepada yang ghaib, melaksanakan shalat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka."

Keimanan dalam Islam menekankan keyakinan pada hal-hal yang tidak terlihat, termasuk Alloh SWT, sebagai bentuk pengakuan terhadap kebesaran-Nya.

4. Alloh SWT Melihat Semua, tetapi Tidak Dapat Dilihat

  • Dalam QS Al-An’am (6:103):

"Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedangkan Dia dapat melihat segala sesuatu; dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui."

Ayat ini menegaskan bahwa Alloh SWT melihat semua ciptaan-Nya, tetapi manusia tidak memiliki kemampuan untuk melihat-Nya. Ini menguatkan posisi Alloh SWT sebagai Tuhan Yang Maha Meliputi dan di luar jangkauan makhluk.

5. Melihat Alloh SWT di Akhirat

  • Dalam Hadits, Rasulullah SAW menyebutkan bahwa orang-orang yang beriman akan dapat melihat Alloh SWT di akhirat, khususnya di surga. Dalam Hadits Shahih Bukhari dan Muslim, Nabi bersabda:

"Sesungguhnya kamu akan melihat Tuhanmu sebagaimana kamu melihat bulan purnama, kamu tidak akan kesulitan dalam melihat-Nya."

Namun, ini adalah keistimewaan bagi orang-orang yang beriman dan akan terjadi dalam keadaan yang Alloh SWT kehendaki di akhirat, bukan di dunia.

Kesimpulan

Manusia tidak dapat melihat Alloh SWT di dunia karena keterbatasan fisik dan esensi Alloh SWT yang melampaui kemampuan indera manusia. Namun, Islam mengajarkan bahwa keimanan yang benar tidak memerlukan bukti visual, dan bagi mereka yang beriman, ada janji bahwa Alloh SWT akan dapat dilihat di akhirat sebagai salah satu kenikmatan terbesar. Semoga kita semua termasuk didalamnya. Aamiin YRA

Adakah manusia di bumi ini yang sanggup menatap matahari secara langsung?Benar sekali, tidak ada dan tidak akan pernah ada... Matahari, yang hanya satu ciptaan kecil dari Tuhan, begitu kuat hingga manusia tidak bisa menatapnya langsung tanpa melukai mata. Bagaimana mungkin manusia yang terbatas bisa melihat langsung Zat yang menciptakan bukan hanya matahari, tetapi seluruh alam semesta?

Semoga tulisan ini menambah wawasan dan iman kita kepada Alloh SWT.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.,

AS

*) Bila kita mempelajari betapa banyak keajaiban Al Quran dari sisi Ilmu Pengetahuan. Tidak akan ada alasan atau logika apapun yang bisa menolak bahwa Al Quran berasal dari Pencipta Alam Semesta. InsyaaAlloh di tulisan berikutnya...

Wednesday, December 11, 2024

Bagaimana Al Quran Mengatur Administrasi Pinjam Meminjam

 Bagaimana Al Quran Mengatur Administrasi Pinjam Meminjam

Sebelumnya saya tidak tahu kalau  Al Quran juga berisi petunjuk untuk manusia dalam berhubungan sosial, bahkan sampai masalah pinjam meminjam uang. berikut panduannya:

Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu melakukan utang piutang untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. Janganlah penulis menolak untuk menuliskannya sebagaimana Allah telah mengajarkan kepadanya, maka hendaklah dia menuliskan. Dan hendaklah orang yang berutang itu mendiktekan, dan hendaklah dia bertakwa kepada Allah, Tuhannya, dan janganlah dia mengurangi sedikitpun daripadanya. Jika yang berutang itu orang yang kurang akalnya atau lemah (keadaannya), atau tidak mampu mendiktekan sendiri, maka hendaklah walinya mendiktekannya dengan benar. Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi laki-laki diantara kamu. Jika tidak ada (saksi) dua orang laki-laki, maka (boleh) seorang laki-laki dan dua orang perempuan diantara orang-orang yang kamu sukai dari para saksi (yang ada), agar jika yang seorang lupa maka yang lain mengingatkannya. Dan janganlah saksi-saksi itu menolak apabila dipanggil. Dan janganlah kamu bosan menuliskannya, untuk batas waktunya baik (utang itu) kecil maupun besar. Yang demikian itu, lebih adil di sisi Allah, lebih dapat menguatkan kesaksian, dan lebih mendekatkan kamu kepada ketidakraguan, kecuali jika hal itu merupakan perdagangan tunai yang kamu jalankan diantara kamu, maka tidak ada dosa bagi kamu jika kamu tidak menuliskannya. Dan ambillah saksi apabila kamu berjual beli, dan janganlah menulis dipersulit dan begitu juga saksi. Jika kamu lakukan (yang demikian), maka sungguh, hal itu suatu kefasikan pada kamu. Dan bertakwalah kepada Allah, Allah memberikan pengajaran kepadamu, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.(QS Al Baqoroh; 282)


Jika kamu dalam perjalanan, sedangkan kamu tidak mendapatkan seorang pencatat, hendaklah ada barang jaminan yang dipegang. Akan tetapi, jika sebagian kamu memercayai sebagian yang lain, hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amanatnya (utangnya) dan hendaklah dia bertakwa kepada Allah, Tuhannya. Janganlah kamu menyembunyikan kesaksian karena siapa yang menyembunyikannya, sesungguhnya hatinya berdosa. Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS Al Baqoroh; 283)

jadi kesimpulannya kalau ada transaksi pinjam meminjam, berikut yang diajarkan Al Quran untuk dilakukan:
1, Ditulis dengan didikte oleh si peminjam
2. Harus ada saksi dua laki-laki atau satu laki-laki dua perempuan
3. Saksi harus mengingatkan bila ada salah satu pihak yang lupa
4. Bila dalam perjalanan dan sulit mendapatkan saksi maka hendaknya ada barang jaminan, tetapi bila sudah saling percaya maka yang dipercaya itu hendaknya menunaikan amanatnya.
Masyaa Alloh. Begitu adil dan menjunjung tinggi transparansi.

Lalu bagaimana bila yang berhutang tidak mampu membayarnya? Ada juga penjelasannya di QS Al Baqoroh ' 280 bunyinya:

Dan jika orang yang berutang itu dalam kesulitan untuk melunasi, atau bila dia membayar utangnya akan terjerumus dalam kesulitan, maka berilah dia tenggang waktu untuk melunasinya sampai dia memperoleh kelapangan. Jangan menagihnya jika kamu tahu dia dalam kesulitan, apalagi dengan memaksanya untuk membayar. Dan jika kamu menyedekahkan sebagian atau seluruh utang tersebut, itu lebih baik bagimu, dan bergegaslah meringankan yang berutang atau membebaskannya dari utang jika kamu mengetahui betapa besar balasannya di sisi Allah.

Demikian, tapi kalau pura-pura tidak mampu tidak masuk dalam kategori ini ya... apalagi kalau sudah sampai diberi kelapangan tapi tidak membayar juga ada konsekwensinya.

Ok, sementara ini dulu ya, nanti kepanjangan ngantuk bacanya. Terimakasih.

Wassalamu'alaikum wr, wb.,
AS





Cetak Biru Kehidupan Akhirat versi Islam - Referensi Al-Quran dan Hadits

Mengapa Akhirat Digambarkan Secara Fisik? Mengintip Cetak Biru Waktu dan Sensorik Manusia Pernahkah Anda membuka lemari es atau rak dapur, l...