Thursday, January 30, 2025

Sebuah Analogi (Cara Hidup dan Standar Kebenaran)



Assalamu'alaikum wr. wb.,

Pada saat kita mau membuat kue yang enak diperlukan bahan-bahan yang berkualitas dengan takaran yang sesuai.

Proses yang benar/proper dari awal sampai akhir, kesabaran dalam menjalani prosesnya, barulah kita bisa dapatkan kue yang enak. 

Darimana kita tahu bahan yang berkualitas, takaran dan timbangan yang sesuai serta proses yang benar? Pastinya dari seorang ahli pembuat kue dan sudah teruji.

Ini analogi saya yang mudah untuk kehidupan. 

Bahan berkualitas: 

Manusia yang dilengkapi dengan raga yang sempurna, penglihatan, pendengaran, kecerdasan dan hati, untuk merasakan semua emosi/rasa sebagai inti kehidupan.

Kemudian bumi, langit, matahari, hujan, hewan, tumbuhan dan semua yang ada di alam ini. 

Takaran/timbangan:

Al Quran dan hadits sebagai standar Kebenaran dan jalan hidup. Mengapa Al Quran? Sederhana, karena Al Quran berasal dari Pencipta kehidupan. Ahli yang paling Ahli dan tidak ada yang bisa menyangkalnya.

Ini sangat istimewa mengingat kehidupan sangat bervariasi dan dinamis. 

Diperlukan aturan yang dinamis dan komprehensif sehingga bisa mengatur kehidupan semua manusia. Dan faktanya memang benar Al Quran mencakup semua aspek hidup untuk seluruh manusia.

Mau sedikit bukti?

1. Pengajaran untuk seluruh manusia yang beriman dan tidak beriman.

2. Kriteria hidup yang benar.

3. Tujuan hidup yang benar.

4. Cara berbakti kepada orang tua dan cara menjadi orang tua.

5. Bagaimana sifat yang perlu dimiliki oleh setiap orang sebagai pribadi ataupun masyarakat (paling banyak).

6. Peringatan kalau mengambil jalan yang salah.

7. Kabar gembira bagi yang mengambil jalan yang benar.

8. Apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam hidup.

9. Masalah pernikahan.

10. Masalah di usia tua.

11. Warisan, berniaga, hukum dalam bernegara.

12. Jawaban untuk apa kehidupan dunia, kemana dan apa setelahnya. 

13. Apa yang akan dijumpai dalam kehidupan.

14. Bahkan semua hal / kejadian yang pernah ada sebelum kita dan akan ada sepeninggal kita.

15. Kisah dan agama para nabi, apa saja yang mereka lalui, semuanya ada. 

16. (Pastinya) penjelasan ibadah ritual ummat nabi Muhammad SAW.

17. Dll

Bagaimana memecahkan masalah, cobalah sekali-sekali mencari referensi dari Al Quran dan Hadits.  

Saat menemui perbedaan pendapat dengan pasangan, anak, orang tua cobalah sekali-sekali mencari referensi dari Al Quran.

Kalau kita tidak memiliki standar yang disepakati bersama maka semua akan cenderung menggunakan akal ataupun perasaan masing-masing, sehingga akan sangat subyektif.

Proses yang benar adalah:

Implementasi dari Al Quran dan Hadits secara tepat dalam kehidupan.

Itulah sedikit analogi yang sederhana. Semoga kita bisa menjalani hidup dengan benar sehingga menghasilkan kehidupan yang nikmat di dunia dan akhirat. 

Aamiin YRA.

As






Proses yang benar: Cara menjalani hidup



Wednesday, January 29, 2025

Manusia Berpikiran Sempit vs Berpikiran Luas

Assalamu'alaikum wr. wb.

Seringkali terasa ada yang "kurang" ataupun "salah" tentang hal yang terjadi dalam kehidupan atau pada saat mengomentari sesuatu atau seseorang. 

Tapi sebentar, jangan-jangan bukan "Dia/Itu" yang salah atau kurang tetapi cara berpikir ini yang sempit sehingga tidak bisa menjangkau hal yang sebenarnya.

Contoh kecil: 

1. Makanan yang biasa kita makan akan dianggap lebih enak dibandingkan makanan orang lain /suku lain yang tidak biasa kita makan.

2. Model pakaian yang kita kenakan akan terasa lebih bagus dibanding model pakaian orang lain  yang tidak biasa kita pakai.

Contoh lebih besar: 

1. Dalam hal memiliki masalah dengan orang lain seringkali setiap pihak merasa bahwa dirinyalah yang benar.

2. Sering memaksakan kehendak atau cara berpikir kita kepada orang lain.

"Kita benar mereka salah"

"Seharusnya begini bukan begitu"

Akhirnya hidup akan selalu diwarnai dengan pertengkaran karena perbedaan, 

Menjelekkan/memandang rendah karena dianggap tidak sesuai dengan versi kita.

Tanpa sadar kita memaksakan sesuatu kepada cara berpikir kita, cara pandang kita (yang mungkin masih perlu banyak belajar)

Mengapa itu bisa terjadi:

Biasanya itu terjadi karena tidak ada sesuatu yang dijadikan standar bersama dalam memandang sesuatu dan bisa juga karena kurang ilmu atau pengalaman atau wawasan, atau apalah namanya ... you name it.

"Pakaiannya sangat aneh dan tidak modern"

"Mengapa Tuhan membuat aturan begini?"

"Hidup harusnya begini".

Dst

Saya belajar bahwa untuk menjawab sesuatu dengan benar seseorang haruslah belajar terus dan jangan merasa selalu benar/pintar sehingga dengan mudah menganggap yang lain kurang pintar.

Bersabar dan tidak reaktif dalam merespon suatu kejadian yang tidak enak. Tunggu beberapa saat pikirkan baru bertindak.

Bisa jadi pandangan hari ini bisa berubah keesokan harinya setelah bertambah ilmu.

Apa lagi bila hal terebut berkaitan dengan aturan hidup yang sudah diberikan Tuhan.

Sadarilah sebagai manusia kita hanya punya satu otak dan satu raga. Tidak bisa terbang ke langit dan tidak bisa menembus bumi. Tidak kebal dengan api dan akan termakan dengan waktu. Tidak bisa menahan panas dan terik matahari, ataupun dinginnya es/salju. Apa lagi? Teruskan ya....

Lalu apa yang mau disombongkan?

Dimana tempat manusia dan dimana tempat Tuhan yang begitu agung dan berkuasa menciptakan alam dunia dan akhirat? 

Siapa yang lebih mungkin salah? Pencipta atau yang diciptakan?

Kita adalah makhluk jadi tentu saja tidak berhak mengatur Sang Pencipta, terlebih menyalahkan aturan-Nya.

Luaskan cara berpikir kita dengan berprasangka baik bahwa kita harus belajar untuk mengerti.

Menerima pandangan yang berbeda dari orang lain tanpa menghakimi dan tetap saling menghormati.

Islam mengajarkan banyak hal dan sungguh rugi mereka yang tidak mau belajar.

As.

Wednesday, January 8, 2025

Setelah Mempelajari Al Quran (bag. 1)

Setelah membaca terjemahan Al Quran, inilah beberapa hal yang bisa disampaikan:

1. Al Quran adalah benar-benar berasal dari Sang Pencipta.

Sang Pencipta Manusia, Bumi, Langit dan yang berada diantara keduanya.

Matahari, bulan, bintang, alam semesta adalah makhluk yang diciptakan.

Banyak ayat dalam Al Quran yang menyampaikan tentang fenomena penciptaan yang baru ditemukan secara ilmiah berabad-abad setelah Al Quran turun. 

Tidak sedikit juga ayat-ayat yang menerangkan tentang pergerakan benda-benda langit, kedaan lautan, gunung, tanah, hujan, tumbuhan dan hewan.

Belum lagi perkembangan embrio manusia, asal usul kehidupan dan masih banyak lagi.

Diatas adalah peristiwa yang telah dibuktikan, ada juga ayat-ayat yang menceritakan tentang peristiwa yang akan datang. Yang belum mampu dibuktikan ataupun belum tiba masanya. Artinya kita diberikan "bocoran" tentang apa yang akan terjadi di masa depan. 

Ini membuktikan bahwa Al Quran benar-benar berasal dari Sang Pencipta Alam.

2. Membaca Al Quran sama seperti diberikan pengetahuan tentang kehidupan secara lengkap. 

Kehidupan manusia sejak masih belum ada di dalam kandungan, sampai dengan kemana akan pergi setelah kehidupan di dunia.

3. Mendapatkan informasi bahwa hidup itu bukanlah hal yang sederhana. 

Dibutuhkan aturan agar hidup bisa berjalan dengan baik dan agar dunia bisa menjadi tempat hidup yang damai, aman dan sejahtera.

4. Mendapatkan informasi akan hitam putihnya kehidupan di dunia ini dan bagaimana menyikapinya

5, Diberikan pelajaran akan kisah-kisah manusia sejak jaman dulu hingga akhir jaman dan segala konsekwensi dari perbuatan manusia

6. Dalam kehidupan di dunia ini manusia akan mengalami yang namanya senang dan susah. 

7. Dunia adalah tempat ujian. 

8. Akan menyadari bahwa dalam kehidupan ummat manusia yang panjang ini banyak hal akan terjadi dan telah terjadi dan manusia bisa bersiap dan mengambil pelajaran. Manusia bisa memilih dan mepersiapkan.

9. Ada hal yang tidak bisa ditolak meskipun tidak ingin dilalui, manusia tidak akan keluar dari jalur takdir.

10. Merasa aman dan tenang dengan berserah diri.

AS

Sempurnakan Takaran dan Timbangan


 

Jangan mengurangi takaran dan timbangan

Sempurnakan takaran dan timbangan

Gunakan neraca yang benar dan timbanglah dengan lurus

Jangan merugikan orang lain.

AS

Saturday, January 4, 2025

Rangkuman Juz 1 - bag. 1


 

Semoga Bermanfaat.

Untuk yang ingin segera mendapatkan ebooknya bisa kunjungi link berikut ini

https://lynk.id/andriani2223

Friday, December 27, 2024

KONTRIBUSI ISLAM UNTUK DUNIA

 

KONTRIBUSI ISLAM UNTUK DUNIA

Islam banyak dikiritisi sebagai agama yang membolehkan poligami. Juga masalah hukum syariat yang dikenal keras, diskriminasi perempuan, masalah perbudakan yang diatur dalam Al Quran, masalah perang dan lain-lain.

Tetapi setelah belajar dan memperluas wawasan ada beberapa pengetahuan yang justru akan membuat kita berterimakasih kepada Islam.

Islam sendiri sebenarnya adalah agama para nabi sejak jaman nabi Adam AS. Islam menekankan penyerahan diri mutlak kepada Tuhan semesta alam dan tidak menyembah kepada apapun selain kepada Tuhan yang Esa. Menyuruh kepada yang ma’ruf (baik) dan meninggalkan kemunkaran (hal-hal yang tidak baik/kejahatan).

Dalam Al Quran semua nabi sejak nabi Adam AS sampai dengan nabi Isa AS mempunyai cara pandang yang sama. Hanya syariatnya saja yang terus disempurnakan hingga nabi Muhammad SAW.

Namun saat ini pemahaman Islam hanya terbatas pada ajaran nabi Muhammad SAW. Seiring dengan perjalanan peradaban ummat manusia, Sejarah menyaksikan bahwa kehidupan sangat keras, selalu ada kesewenangan dan penindasan dari orang yang kuat terhadap orang yang lemah termasuk ketidakadilan yang dialami kaum perempuan.

Cek Sejarah, sebelum periode Nabi Muhammad SAW diabad ke-7, bagaimana keadaan perbudakan, kesewenang-wenangan, kehidupan manusia di jaman itu, berapa banyak perempuan yang bisa diperistri oleh seorang laki-laki? Dan itu dianggap sebuah kewajaran. Seperti apa penindasan terhadap perempuan di jaman itu? Hampir pasti hanya perempuan dari jalur kerajaan ataupun dari keturunan bangsawan yang memiliki kehidupan lebih baik.

Fakta Sejarah membuktikan bahwa Islam-lah yang meperbaiki peradaban manusia mulai jaman itu.

Ajaran Islam itu sendiri juga sangat adil dan bijaksana dalam melihat sebuah permasalahan kehidupan.

Contoh:

Poligami bisa dijadikan solusi untuk beberapa orang yang memilki kesulitan dalam rumah tangganya. Misalnya menderita sakit ataupun hal-hal lain yang membuat suami perlu memiliki istri lebih dari satu. Tetapi untuk kondisi yang normal, poligami juga menuntut kewajiban yang tinggi dari seorang suami kepada istri-istrinya, dan tidak sembarangan orang bisa masuk dalam kriteria tersebut karena sulitnya persyaratan poligami.

Hukum Syariat, hukum ditegakkan untuk memberikan keadilan dan untuk menciptakan rasa aman dalam kehidupan. Ada negara yang mempraktekan hukuman lebih keras daripada hukum syariat Islam. Islam masih lebih toleran dan lebih adil dalam menerapkan hukuman bagi yang bersalah. (Pelajari bagaimana korea utara menghukum koruptor).

Perang dan Jihad. Apakah kita bisa mengatakan bahwa tidak ada perang lagi saat ini? Buka mata dan lihatlah bahwa itu masih terjadi di dunia modern ini. Butuh sebuah aturan dan strategi dalam menghadapi hal tersebut.

Singkatnya apa yang kita anggap mengerikan atau asing, kenyataannya itulah yang dihadapi umat manusia di bumi ini. Islam tidak mengatur kehidupan satu dua orang, tapi milyaran manusia di muka bumi dengan berbagai dinamikanya, jadi alangkah kecilnya kita bila kita melihat Islam hanya untuk diri kita, yang cocok dengan pemikiran kita.

Bisa jadi justru kitalah yang sangat minim pengetahuan tentang agama Islam, sehingga mengecilkan islam itu sendiri dengan membawanya ke dalam lingkup cara berpikir kita.

Wawasan akan semakin bertambah, ilmu membuat kita lebih bijak dalam melihat sesuatu. Bisa dikatakan Islam telah mewarnai peradaban dunia secara luas diberbagai bidang kehidupan. Berikut data dan fakta Sejarah:

Agama Islam telah memberikan kontribusi signifikan pada peradaban dunia dalam berbagai bidang, seperti sains, teknologi, filsafat, seni, dan arsitektur. Berikut beberapa contoh kontribusi Islam pada peradaban dunia:

Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

1. Matematika: Al-Khwarizmi (780-850 M) mengembangkan algoritma dan konsep angka nol.

2. Kedokteran: Ibnu Sina (980-1037 M) menulis "Kitab Kedokteran" yang menjadi rujukan utama di Eropa.

3. Astronomi: Al-Biruni (973-1048 M) menemukan konsep revolusi bumi.

4. Fisika: Ibnu Al-Haytham (965-1040 M) menemukan prinsip refraksi cahaya.

Filosofi dan Pemikiran

1. Filsafat Islam: Al-Kindi (801-873 M) dan Al-Farabi (872-950 M) memperkenalkan filsafat Yunani ke dalam pemikiran Islam.

2. Etika dan Moral: Ibnu Miskawaih (932-1030 M) menulis "Tahdhib al-Akhlaq".

3. Logika: Al-Ghazali (1058-1111 M) menulis "Kitab Al-Mustazhiri".

Seni dan Arsitektur

1. Arsitektur Islam: Masjid Al-Aqsa, Masjid Cordoba, dan Taj Mahal.

2. Kaligrafi: Seni kaligrafi Islam yang indah.

3. Musik: Musik Islam klasik.

Ekonomi dan Perdagangan

1. Sistem ekonomi Islam: Konsep zakat, sedekah, dan melarang riba.

2. Perdagangan: Jaringan perdagangan Islam yang luas.

3. Koperasi: Konsep koperasi dalam Islam.

Politik dan Pemerintahan

1. Jihad: Islam mengajarkan konsep jihad, yang berarti perjuangan untuk mempertahankan agama dan negara.

2. Pertahanan negara: Islam menekankan pentingnya pertahanan negara dan perlindungan rakyat.

3. Etika perang: Islam menetapkan etika perang, seperti tidak membunuh wanita, anak-anak, dan orang tua.

4. Perdamaian: Islam menekankan pentingnya perdamaian dan negosiasi untuk menghindari konflik.

5. Hak-hak rakyat: Islam menjamin hak-hak rakyat, seperti kebebasan berbicara, keadilan, dan perlindungan hukum.

6. Pemerintahan adil: Islam menekankan pentingnya pemerintahan adil dan transparan.

Pendidikan

1. Hak belajar: Al-Qur'an menekankan pentingnya pendidikan bagi semua umat, termasuk wanita

2. Peran guru: Wanita seperti Aisyah RA dan Asma' binti Abu Bakar RA menjadi guru dan pengajar agama.

3. Universitas Al-Azhar: Wanita dapat belajar dan mengajar di universitas ini sejak abad ke-10 M.

 Hak-Hak Wanita dalam Islam

1. Hak berpendidikan

2. Hak waris dan memiliki properti

5. Hak perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi

Dan masih banyak lagi bila kita mau pelajari. Jadi sangat tepat bila dikatakan Islam adalah agama yang paling sempurna dan akan selalu valid di jaman apapun. Mengapa? Karena pada hakekatnya fitrah manusia akan selalu sama dari awal hingga akhir, dan manusia butuh aturan yang tegas dan adil untuk hidup dengan tertib dan damai.

Alhamdulillah, so proud to be a Moslem.

 AS

Fokus Pada Gambaran Besar

 

FOKUS PADA GAMBARAN BESAR



Ungkapan ini sederhananya adalah cara berpikir yang membuat kita bertindak dengan mengacu pada tujuan akhir. Entah itu dalam pekerjaan ataupun tindakan keseharian. Dari hal kecil sampai hal besar.

Fokus pada gambaran besar baru bisa dilakukan bila sesorang mempunyai  tujuan hidup/master plan dalam kehidupannya sehingga itu bisa membantu melewati masa yang sulit ataupun menerima dengan Ikhlas dan memahami suatu peristiwa dalam hidup.

Fokus pada gambaran besar ini juga memerlukan pengetahuan yang utuh dan benar serta memerlukan latihan dalam penerapannya.

Keterampilan ini biasanya dimiliki oleh seorang yang bijaksana dan banyak pengalaman dalam hidup, dan biasanya tipe orang seperti ini tergambar dari perilakunya yang tenang dan tidak terburu-buru dalam menyikapi sesuatu.

Contoh Fokus pada gambaran besar dalam kehidupan sehari-hari:

1.      Tidak reaktif dalam menerima sesuatu yang tidak menyenangkan, karena dia tahu bahwa hal itu akan merugikan dirinya sendiri dan hanya akan menambah masalah baru.

2.      Memperbaiki diri terus menerus setelah mengalami kegagalan, karena dia tahu hidup akan terus berjalan, dan waktu yang berjalan akan menjadi sia-sia bila tidak diisi dengan hal-hal baik dan bermanfaat.

3.      Tidak mudah sedih dan putus asa dalam menghadapi berbagai tantangan karena dia paham bahwa hidup adalah sebuah perjalanan yang sementara dan penuh dengan ujian. Dengan pengetahuannya dia juga meyakini  bahwa ada yang Maha Menyaksikan dan selalu siap membantu dalam setiap kesulitan.

4.      Tidak membenci dan mencinta terlalu berlebihan, karena dunia sifatnya sementara dan manusia bisa berubah. Lakukan yang terbaik dan sesuai dengan porsinya.

5.      Fokus pada tujuan jangka panjang, berinvestasi untuk kehidupan yang lebih kekal dan abadi. Orang bilang nikmati hidupmu karena hidup hanya sementara, tetapi sedikit orang yang menyadari persiapkan akhiratmu karena disanalah hidup yang kekal abadi.

6.      Terus belajar, tidak judging akan hal-hal yang dia tidak bisa terima dengan akal ataupun pengetahuannya. Tidak membenci dan saling menghargai.

7.      Dan masih banyak lagi.

Jadi, buat master plan kehidupanmu, jangan terburu-buru, tenang, sabar dan terus belajar. Fokus pada Gambaran besar, fokus pada tujuan akhir.

AS


Wednesday, December 18, 2024

Rencanakan Legacymu

 

LEGACY

Apa sebenarnya legacy, siapa yang berkepentingan dan mengapa? 

Mungkin untuk beberapa orang hal ini bisa jadi penting tapi untuk beberapa tidak juga, bahkan mungkin juga ada yang tidak pernah berpikir tentang hal ini.

Secara harfiah, legacy berarti sesuatu yang ditinggalkan oleh seseorang atau kelompok sebagai hasil dari kehidupan atau pekerjaan mereka. Bisa berbentuk fisik ataupun non fisik.

Dalam konteks pekerjaan, legacy dapat merujuk pada reputasi yang ditinggalkan, sistem yang sudah dibangun ataupun kekacauan yang ditinggalkan.

Sementara dalam konteks pribadi, legacy juga dapat merujuk pada hal yang bersifat fisik seperti warisan atau barang yang ditinggalkan oleh orang yang telah meninggal.

Sebenarnya sadar ataupun tidak setiap manusia memiliki legacy dan bisa dipilih serta direncanakan.

Legacy dalam perspektif fisik sudah jelas, tapi selain legacy fisik, pernahkan terpikir bahwa anak juga salah satu legacy?

Pendidikan, akhlak, kepribadian dan karakter terbaik yang diperjuangkan oleh para orangtua. Atau karakter buruk, kerusakan yang ditimbulkan atau hal-hal mengerikan lainnya? Na’udzubillah.

Nama baik, nilai-nilai kehidupan, reputasi, karya-karya yang ditinggalkan semasa hidup; Ataukah tragedi, permusuhan, karakter buruk yang akan menjadi sebuah kenangan dari kisah hidup seseorang?

Bukankah artinya ini adalah sebuah keniscayaan dari kehidupan seorang manusia?

Pertanyaannya adalah legacy seperti apa yang kita mau berikan? Inilah yang kita perlu renungkan, pikirkan dan upayakan dalam sisa umur kita.

Satu hal yang pasti, sebagai manusia yang percaya kepada Tuhan (Alloh SWT), kita bisa bertanya kepada-Nya dan mencari tahu agar mendapatkan arah yang benar dan petunjuk yang jelas.

Beberapa penjelasan dalam Al Quran:

1.     Kehidupan yang baik: “Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan”. (An Nahl;97).

2.     Kehidupan sebagai Ujian: "Dialah yang menciptakan mati dan hidup untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya."  (QS. Al-Mulk: 2) 

3.     Hidup dengan seimbang: "Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu di dunia."  (QS. Al-Qasas: 77) 

4.     Kehidupan Berorientasi Akhirat

- Islam memandang kehidupan dunia sebagai sementara, sedangkan kehidupan akhirat bersifat kekal.  "Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya."   (QS. Al-Hadid: 20)  dst ….. (masih banyak tuntunan dalam Al Quran untuk mendapatkan kehidupan yang baik dan selamat)

Gambaran besar sudah diberikan, tinggal kita menurunkannya sesuai dengan porsi dan peran kita masing-masing.

Berikut tips dari penulis:

-         Bila ingin legacy yang baik artinya ingin hidup ini berjalan baik dan berakhir baik, patuhlah kepada Tuhan, berbuat baik kepada sesama manusia, dan sesama makhluk sebisa mungkin.

-         Belajar tanpa henti karena otak kita akan kosong, hati akan hampa dan jiwa akan gersang bila tidak disiram ilmu. Belajar agar bisa memperoleh gambaran lengkap tentang ilmu hidup yang baik sebagai pribadi, anggota keluarga ataupun bagian dari Masyarakat.

-         Terus berlatih untuk menjadi baik, karena kita bukan malaikat yang tanpa nafsu, dan bukan nabi yang tanpa dosa. Bangunlah koneksi yang baik dengan Alloh SWT agar selalu dalam bimbingan dan perlindungan-Nya. Salah dan dosa adalah hal yang manusiawi, yang terpenting segera kembali, bertaubat dan terus berusaha memperbaiki.

-         Fokus pada perbaikan diri bukan pada keadaan orang lain.

Jadi, rencanakan legacymu.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.,

Andriani

Jabal Magnet


 

Sunday, December 15, 2024

Juz Satu Al Quran

Berikut diagram pengelompokan kategori isi Al Quran pada juz satu:



Kategori

Jumlah Ayat

Akhirat

2

Akidah

17

Al Quran dan Syariat

8

Alam Semesta dan makhluk lainnya

1

Kisah, doa dan lainnya

111

Tauhid

9

Jumlah ayat

148


Semoga Ebooknya bisa segera terbit ya...

Wassalam,

AS

Cetak Biru Kehidupan Akhirat versi Islam - Referensi Al-Quran dan Hadits

Mengapa Akhirat Digambarkan Secara Fisik? Mengintip Cetak Biru Waktu dan Sensorik Manusia Pernahkah Anda membuka lemari es atau rak dapur, l...