“Sudah Baca Al-Qur’an, Tapi Belum Benar-Benar Paham?”
Juz 1: Fondasi Iman dan Cara Pandang Kehidupan
Banyak dari kita membaca Al-Qur’an, tetapi belum benar-benar memahami isi dan pesannya dalam kehidupan sehari-hari.
Ebook ini membantu kamu memahami Juz 1 Al-Qur’an secara:
ringkas
sistematis
dan mudah dipahami
Bukan hanya tentang ibadah, tetapi juga tentang:
cara berpikir
membangun karakter
memahami kebenaran
dan menjalani hidup dengan arah yang jelas
✨ Apa yang akan kamu dapatkan?
✔️ Ringkasan isi Juz 1 yang mudah dipahami
✔️ Insight kehidupan berdasarkan ayat
✔️ Panduan praktis yang bisa langsung diterapkan
✔️ Refleksi diri untuk memperbaiki kualitas hidup
💡 Cocok untuk kamu yang:
ingin mulai memahami Al-Qur’an dari dasar
merasa sulit memahami isi ayat
ingin mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan nyata
tidak punya banyak waktu belajar panjang
🎯 Kenapa buku ini berbeda?
Karena disusun dengan pendekatan:
klasifikasi tematik
visual (grafik & rangkuman)
dan fokus pada aplikasi kehidupan
➡️ Jadi kamu tidak hanya membaca, tapi juga memahami dan mengamalkan
📖 Mulai dari Juz 1
Karena perubahan besar dimulai dari fondasi yang benar
"Turunnya Al-Qur'an itu tidak ada keraguan padanya, (yaitu) dari Tuhan seluruh alam."
Seandainya semua muslim tahu betapa berharganya setiap hari dengan Al Quran tentu dia tidak akan mau berpisah satu menitpun dari Al Quran.
Al Quran adalah hadiah terindah dari Allah SWT kepada manusia yang berisi bekal, petunjuk, obat, perlindungan dan penolong serta pembawa keberkahan dan kebahagiaan dalam kehidupan dunia dan kelak akan datang sebagai pembela dan pemberi syafaat di akhirat bagi sahabatnya.
Siapakah manusia yang menjadi sahabat Al Quran?
Disarikan dari majelis ilmu bersama Ust. Syafiq R Basalamah mereka adalah:
1. Manusia yang dalam hidupnya selalu membaca Al Quran setiap hari.
2. Manusia yang dalam hidup mempelajari Al Quran untuk memahami isinya.
3. Manusia yang dalam hidupnya mengamalkan isi Al Quran.
4. Dan sebaik-baik manusia adalah manusia yang mempelajari Al Quran dan mengajarkannya kepada orang lain.
Satu huruf Al Quran adalah pahala 10 kebaikan.
Orang yang membaca Al Quran dengan baik bersama para malaikat yang mulia, dan orang yang membaca Al Quran dengan terbata-bata mendapatkan dua pahala. Yaitu pahala kebaikan dan pahala dari usahanya untuk membaca Al Quran.
Al Quran terdiri dari 114 surat, dan kita sering mendengar bahwa surat-surat dan ayat-ayat dalam Al Quran memiliki keutamaan-keutamaan masing-masing.
Diantaranya surat Al Baqoroh dan surat Ali Imron yang nanti akan menjadi pembela paling depan bagi pembacanya dihari kiamat.
Surat Al Mulk yang akan melindungi di alam kubur, mendapatkan ampunan dan pahala yang besar serta juga menjadi pembela dihari kiamat, surat Al Waqiah, surat Al Kahfi, surat Yaasiin dan masih banyak lagi.
Siapa manusia kecuali para nabi dan rosul yang bebas dari dosa?
Kelak Al Quran akan datang sebagai pembela dan pemberi syafaat bagi sahabatnya di dunia.
Semua ayat-ayat yang dilantunkan dengan penuh keikhlasan untuk mengharap keridhoan Allah SWT akan mengetuk pintu langit, menerangi dan memberikan keberkahan serta ketenangan hidup di dunia, memberikan solusi atas setiap permasalahan dan kelak akan menjadi pembela dan teman setia dihari akhir. Bagaimana semua keistimewaan ini tidak dikatakan sebagai hadiah terindah?
Jangan lewatkan satu haripun tanpa Al Quran, siapkan hati dan luruskan niat membaca Al Quran untuk meraih keridhoan Allah SWT.
Semoga kita semua dimasukkan kedalam golongan sahabat Al Quran, hamba Allah SWT yang mencintai Al Quran dan dicintai Al Quran. Aamiin ya Robbal 'Alamiin.
Allohumma Sholli 'Ala Muhammad wa 'Ala Aali Muhammad.
Poin penting:
1. Memperbanyak doa saat sujud.
2. Berdoa untuk mendapatkan ridho Allah SWT, yang dengan ridho-Nya, Allah SWT mengampuni semua dosa dan dengan sebab itu memasukkan ke surga kelak. Aamiin.
3. Jangan hanya berdoa untuk kepentingan dunia semata, berdoa dengan tujuan keselamatan dunia dan akhirat. Jadikan akhirat prioritas utama dan dunia adalah jembatan menuju akhirat.
4. Selalu memperbanyak doa dengan hati yang tunduk (taat kepada Allah SWT) dan penuh kekhusyukan.
5. Berdoa secara rahasia (tidak dilihat dan didengar orang lain) dan rendah hati mengharapkan karunia dan kebaikan Allah SWT.
6. Berdoa dengan rasa takut (karena dosa/kesalahan yang diperbuat) dan harap. Rahmat Allah sangat dekat dengan orang-orang yang berbuat baik.
7. Memilih waktu yang tepat, saat hatinya hadir dan pikirannya fokus.
Poin penting:
Untuk memiliki keyakinan agar Doa dijawab dan dikabulkan:
1. Kenali Allah SWT dengan mempelajari nama-nama-Nya, mengenali sifat-sifat-Nya dan mengetahui ke-maha kuasaan-Nya.
* Allah yang mencipta langit dan bumi
* Pencipta surga neraka
* Yang menciptakan semua yang hidup
* Yang menghidupkan dan mematikan
Dan masih banyak lagi
2. Berdoa dengan penuh ketulusan.
3. Berdoa dengan penuh keyakinan dan prasangka baik kepada Allah SWT.
Katakanlah, "Sungguh, Tuhanku melapangkan rezeki dan membatasinya bagi siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya." Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dialah pemberi rezeki yang terbaik.
— Indonesian Islamic affairs ministry
https://quran.com/id/34/39
====================================
Alhamdulillah
Allohumma Sholli 'Ala Muhammad wa 'Ala Aali Muhammad,
Berikut rangkuman dari video singkat diatas:
Jika merasa uang sedikit dan tidak berkah maka bersedekahlah
Jika merasa kurang kasih sayang, kasihi orang lain dan ucapkan kata-kata yang baik
Bila merasa tidak punya support system, berikan semangat pada orang lain
Bila hidup terasa sulit, ringankan beban orang lain, permudahlah urusan orang
Jika kesehatanmu tidak baik, bantulah orang yang sakit dengan apa yang kamu mampu lakukan
Jika mau menikah, bantu orang untuk menikah
Yakin dan percayalah apa yang kamu berikan akan dilipatgandakan
Apapun yang kamu keluarkan akan dikembalikan kepadamu
Allohumma Sholli 'Ala Muhammad wa 'Ala aali Muhammad
Dari Anas bin Malik Radhiyallahu 'Anhu, ia berkata, “telah diperlihatkan hari Jum’at kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam.
Datanglah Jibril yang di telapak tangannya seperti cermin putih cemerlang, di tengahnya seperti sebuah titik hitam. Maka beliau –Shallallahu 'Alaihi Wasallam- bertanya: “Apa ini, wahai Jibril?” Dia menjawab: “Ini adalah Jum’at yang diperlihatkan oleh Rabb-mu supaya menjadi hari raya bagimu dan umatmu sepeninggalmu. Bagi kalian pada hari itu suatu kebaikan…” (Al-Hadits; dihasankan oleh Syaik Zayid dalam Al-Jami’ li-Ahkamil ‘Idain, hal. 17 dan disebutkan juga dalam Shahih al-Targhib wa al-Tarhib)
Salah satu keutamaan yang disediakan di hari ini adalah ibadah shalat Jum’at dan amalan yang mengiringinya. Allah telah perintahkan langsung ibadah ini dalam kitabnya yang menunjukkan keutamaannya.
"Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan sembahyang pada hari Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui." (QS. Al-Jumu'ah: 9)
Kaum muslimin diperintahkan mempersiapkan diri untuk meraih kemuliaan dalam ibadah itu. Mulai dari mandi besar, mengenakan pakaian bagus dan layak untuk ibadah, memakai parfum, pergi lebih awal, berjalan kaki, mendekat kepada imam, dan menyimak dengan seksama khutbah imam. Termasuk memanfaatkan berdoa di antara khutbah dan shalatnya.
Diriwayatkan dari Aus bin Aus Radliyallah 'Anhu, berkata, "aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:
"Barangsiapa mandi pada hari Jum'at, berangkat lebih awal (ke masjid), berjalan kaki dan tidak berkendaraan, mendekat kepada imam dan mendengarkan khutbahnya, dan tidak berbuat lagha (sia-sia), maka dari setiap langkah yang ditempuhnya dia akan mendapatkan pahala puasa dan qiyamulail setahun." (HR. Abu Dawud no. 1077, al-Nasai no. 1364 Ahmad no. 15585. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih al-Jami’, no. 6405)
Makna Ghassala adalah membasuh (mengguyur) kepala. Dalam bahasa kita dikenal dengan keramas atau mandi besar. Ini ditunjukkan hadits riwayat Abu Dawud dari Aus al-Tsaqafi, “Siapa membasuh/mengguyur kepalanya di hari Jum’at dan mandi besar. . . “ (dishahihkan oleh Al-Albani)
Kemudian ia lebih pagi pergi ke masjid dan ini menjadi salah satu syarat diperolehnya keutamaan besar “maka dari setiap langkah yang ditempuhnya dia akan mendapatkan pahala puasa dan qiyamulail setahun." Di mana pahala dan keutaman ini hampir menyerupai Lailatul Qadar, namun diperoleh dengan amal yang lebih sedikit dan ringan.
Siapa yang menunda-nunda pergi ke masjid dan datang terlambat maka ia luput dari keutamaan ini. Ia telah mengharamkan dirinya dari pahala yang sangat besar ini.
Imam al-Syaukani berkata,
والحديث يدلُّ على مشروعية الغُسْل يوم الجمعة.... وعلى مشروعية التبكيرِ، والمَشْيِ، والدُّنوِّ من الإمام، والاستماع وترك اللَّغْو، وإن الجمعَ بين هذه الأمور سببٌ لاستحقاق ذلك الثواب الجزيل
“Hadits ini menunjukkan diperintahkanya mandi di hari Jum’at . . . dan disyariatkannya pergi lebih pagi ke shalat Jum’at, berjalan kaki, mendekat kepada imam dan mendengarkan khutbah imam serta meninggalkan perkara yang lahwun (main-main). Mengumpulkan amalan-amalan ini menjadi sebab mendapat pahala yang besar itu.”
"Diantara bentuk tawakal adalah selalu bergantungnya hati kepada Allah SWT dalam keadaan apapun, menyadari bawa tidak ada satupun yang terjadi di alam semesta ini tanpa perintah ataupun izin dari Allah SWT"
Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Sungguh, besarnya pahala bersamaan dengan besarnya cobaan. Apabila Allah mencintai suatu kaum, Dia akan menguji mereka. Barangsiapa yang rela, maka baginya ridha-Nya, dan barang siapa yang benci, maka ia akan mendapatkan kebencian-Nya,” (HR. At Tirmidzi).
Tawakal /Berserah atau memasrahkan secara total sebuah urusan kepada Allah SWT adalah sebuah kata yang sering kita dengar.
Tapi bagaimana melakukannya itu yang bagi saya juga masih terus mencoba dan mengevaluasi apakah yang dilakukan sudah benar.
Dan tentu saja ujung dari sebuah ketawakalan adalah berakhirnya sebuah urusan dengan baik.
Percaya dan yakin karena semua yang diurus oleh Sang Pencipta pasti tidak akan gagal.
Begitu sempurna detailnya bahkan dari sisi yang tidak terpikir sekalipun. Begitu dahsyat kejutan yang diberikan bahkan terlihat begitu menakjubkan sebagai sebuah "kebetulan".
Dari perjalanan waktu, ternyata kuncinya adalah pada hati, iman dan perbuatan/usaha.
1. Hati yang sudah mengakui kesalahan dan dosa, hati yang sudah tunduk bahwa akan selalu berjalan di jalan-Nya, bertekad untuk memperbaiki diri dan hati yang sudah menyampaikan semua keadaan dan berharap untuk sebuah pertolongan.
2. Iman yang meyakini bahwa HANYA Dia yang bisa menolong dan berkuasa untuk merubah keadaan.
Sabar akan segala ujian dan ridho akan setiap takdir yang sudah ditentukan.
Yakin bahwa ujung dari setiap ujian adalah kebaikan yang luar biasa selama kita termasuk dalam golongan hamba-Nya yang beriman dan berbuat kebajikan.
3. Sebuah usaha yang totalitas sesuai kemampuan kita. Usaha yang sudah menyentuh titik maksimal.
Pada saat tiga hal itu dilakukan, InsyaaAlloh akan timbul sebuah ketenangan dan ke-ridhoan atas takdir yang telah ditentukan.
Tiga hal diatas terdengar sederhana, tapi percayalah, butuh sebuah kesungguhan dan ketulusan untuk bisa melakukannya.
Bukankan sabar dan ridho itu baru akan terbukti bila kita sudah diuji?
Bismillah, semoga Allah SWT mengaruniai kita hati dan iman yang selalu terpaut dengan-Nya.
Dalam setiap tarikan dan hembusan nafas, setiap kedipan mata, setiap detak jantung sampai hari bertemu dengan-Nya. Aamiin YRA.
Setiap aktifitas dalam hidup akan selalu punya ruang untuk perbaikan.
Setiap pribadi pasti punya kelemahan.
Tidak ada satu orang pun di dunia ini yang hidupnya tanpa persoalan.
Mengapa? Ya memang karena dunia seperti itu.
Tapi, ini bukan alasan untuk menjadi pribadi yang malas, mudah menyerah ataupun bekerja asal-asalan.
Kemampuan untuk selalu melihat dari sisi positif dan sikap optimis akan mejadi bahan bakar untuk selalu berusaha dan bekerja dengan skill terbaik, semangat terkuat dan berdoa dengan hati tertulus.
Segala kesalahan, kekurangan dan ketidaksempurnaan adalah sebuah proses pembelajaran untuk naik ke level yang lebih tinggi. Tidak perlu takut salah dan tidak perlu menyesal bila sudah melakukan upaya terbaik.
Memang tidak mudah, karena umumnya manusia bersifat keluh kesah, malas, kurang bersyukur dan cenderung mengikuti hawa nafsu. Tapi disitulah letak pembeda manusia satu dengan lainnya.
Bagi orang yang yakin akan pertemuan dengan Tuhannya; Allah SWT, dia akan selalu berusaha dengan usaha yang terbaik, bertindak dengan tindakan yang paling benar (sesuai dengan arahan Tuhannya) sesuai kemampuannya;
Sebab dia yakin setiap perbuatan akan kembali ke-pembuatnya 😊
Tidak ada doa yang tidak terjawab dan tidak ada usaha yang sia-sia.
Begitu banyak hal yang berada diluar kendali manusia tapi kita sudah diberikan jaminan bahwa Allah adalah pelindung dan penyelamat di dunia dan akhirat dan hanya kepada-Nyalah kita berserah diri (tawakal) serta mengembalikan segala urusan.
Tidak perlu takut tidak sempurna, karena dunia ini juga bukan tempat yang sempurna.